Angkutan Pelajar Gratis Meluncur, Pengemudi Wajib Berseragam dan Tak Boleh Merokok

31 - Aug - 2026, 07:33

Salah satu armada angkutan pelajar gratis Kota Malang.(Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Angkutan pelajar gratis di Kota Malang mulai beroperasi Senin (31/8/2026). Sebelum seremoni peluncuran digelar, armada sudah lebih dulu mengantar pelajar sejak pagi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan, operasional perdana dimulai sekitar pukul 05.45 WIB. Sementara seremoni peluncuran dijadwalkan berlangsung pukul 08.00 WIB di Balai Kota Malang.

Baca Juga : Kaukus Intelektual Nahdlatul Ulama (NU) 

"Setelah mengantar pelajar, perwakilan sopir angkot menuju balai kota mengikuti peresmian," ujar Jaya sapaan akrabnya.

Di balik beroperasinya layanan tersebut, pengemudi mendapat sejumlah aturan yang harus dipatuhi. Salah satunya larangan merokok selama menjalankan angkutan pelajar.

Larangan itu bahkan berlaku ketika ada pelajar yang merokok di dalam angkutan. Pengemudi diminta turut mengingatkan penumpang agar tidak merokok selama perjalanan.

"Angkutan pelajar paling hanya 1,5 jam. Pasti mereka bisa mengendalikan," tuturnya.

Selain perilaku selama berkendara, penampilan pengemudi juga menjadi perhatian. Sopir diwajibkan mengenakan seragam meskipun kendaraan telah ditempeli stiker khusus angkutan pelajar gratis.

Menurut Jaya, seragam tersebut menjadi identitas tambahan agar pelajar lebih mudah membedakan angkutan pelajar dengan angkutan kota reguler.

Program ini menggunakan armada angkot yang sudah beroperasi sebelumnya. Karena itu, fasilitasnya tidak sepenuhnya sama dengan Bus Halokes, terutama dari sisi pendingin udara atau AC.

"Karena program ini bentuk perhatian Pak Wali kepada angkot. Sehingga sedikit ada perbedaan layanan," jelasnya.

Baca Juga : Butuh Travel Malang Juanda Harga Terjangkau? Pilih Nahwa Travel

Salah seorang sopir angkutan pelajar, Ali, mengatakan sosialisasi kepada pengemudi juga menekankan soal penampilan. Sopir diminta berpakaian rapi dan tidak mengenakan celana pendek ketika memberikan pelayanan.

Ketentuan tersebut, menurut Ali, bukan persoalan besar bagi pengemudi. Kebiasaan seperti merokok saat bekerja juga dinilai bisa ditahan selama menjalankan layanan angkutan pelajar.

"Kalau hanya menahan 1,5 jam itu gampang. Kami tidak akan merokok," kata sopir jalur MK tersebut.

Ali menyebut para pengemudi menyambut baik program ini. Sebab, untuk pertama kalinya mereka dilibatkan dalam layanan transportasi pelajar dengan penghasilan yang lebih pasti.

Karena itu, para sopir disebut memiliki kepentingan menjaga kualitas layanan. Mereka berharap program tersebut tidak hanya berjalan saat awal peluncuran, tetapi bisa terus dipertahankan.