Trans Jatim Koridor VI Beroperasi Mulai 27 Mei 2025, Ini Catatan Dewan
Reporter
Muhammad Choirul Anwar
Editor
Nurlayla Ratri
16 - May - 2025, 08:04
JATIMTIMES - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) bakal melaunching bus Trans Jatim Koridor VI Mojokerto-Sidoarjo pada 27 Mei 2025 mendatang. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim menyampaikan sejumlah catatan mengenai hal tersebut.
Ketua Komisi D DPRD Jatim Abdul Halim menyebut, dari sisi teknis persiapan layanan Trans Jatim Koridor VI sudah cukup baik. Karena itu, menurutnya tidak banyak yang perlu ditambahkan mengenai kesiapan dari sisi teknis pembukaan layanan koridor baru.
Baca Juga : Info Pendakian Gunung Semeru Terbaru, TNBTS: Kuota Terbatas 200 Orang Perhari
"Karena memang saya kira Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur sudah secara rigid untuk melakukan feasibility study sebelumnya. Kemudian juga berkoordinasi dengan berbagai stakeholder dari Kabupaten Pasuruan, Mojokerto, dan Sidoarjo," ungkapnya, Jumat (16/5/2025).
Lebih lanjut, ia menyoroti kesiapan layanan ketika bus Trans Jatim Koridor VI dalam mengantisipasi animo masyarakat. Terlebih, Trans Jatim Koridor VI mengambil rute di luar Surabaya Raya, yang juga terkoneksi dengan koridor lainnya.
Politisi Partai Gerindra ini menegaskan, Pemprov Jatim juga harus mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang pada koridor lain, setelah adanya Koridor VI. Dikatakannya, bukan tidak mungkin Trans Jatim Koridor I Sidoarjo-Surabaya-Gresik juga akan terkena limpahan penumpang dari Koridor VI.
Sebab, penumpang dari Porong yang menggunakan layanan Koridor VI, bisa melanjutkan perjalanan dengan layanan Koridor I jika ingin pergi menuju Gresik. "Koridor I harus siap-siap menerima limpahan penumpang daripada Koridor VI ini nantinya," paparnya.
Di sisi lain, dia menilai bahwa Pemprov Jatim juga memiliki keterbatasan anggaran, mengingat operasional Trans Jatim saat ini masih ditopang oleh subsidi. Karena itu, salah satu strategi yang bisa diterapkan yakni memaksimalkan layanan Trans Jatim Luxury.
"Apalagi memang Koridor I Surabaya-Gresik itu sudah ada Trans Jatim Luxury. Artinya ini sebagai langkah antisipasi ketika kemudian terjadi lonjakan atau load factor dari penumpang maka saya kira ini juga harus dipersiapkan," urainya.
"Jangan sampai ketika Trans Jatim ini penumpangnya positif tapi kemudian kita tidak mampu untuk menyerap itu, mengakomodasi itu, dan kemudian itu justru jadi persoalan yang baru buat Pemerintah Provinsi Jawa Timur," tandasnya.
Baca Juga : Joko Tebon, Musisi Asal Malang Tampilkan Didgeridoo di Istana Negara
Hal senada disampaikan anggota Komisi D DPRD Jatim Satip. Dia memaparkan bahwa salah satu tujuan penyelenggaraan transportasi publik adalah untuk mengurangi tingkat kemacetan.
Ia meyakini, Dinas Perhubungan Jatim sudah menetapkan adanya koridor baru setelah melalui kajian dan berbagai survei, termasuk potensi penumpang. Ia menilai, daerah-daerah yang dilewati Trans Jatim memang daerah sudah memiliki tingkat kepadatan kendaraan cukup tinggi.
"Salah satunya misalkan melewati daerah-daerah industri. Nah ini kan banyak sasaran pekerja, yang selama ini banyak menggunakan angkutan pribadi sepeda motor diharapkan untuk beralih ke Trans Jatim," ucapnya.
Dengan begitu, ia menyoroti pentingnya kesiapan jumlah armada yang dioperasikan. "Jangan sampai ketika menyiapkan angkutan tapi ternyata justru yang tertarik untuk naik angkutan ini melebihi dari kapasitas kendaraannya. Ini akhirnya ketepatan dengan kaitan jumlah penumpangnya tidak sesuai dengan target," urainya.
