JATIMTIMES – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya resmi memulai uji coba perdana penggunaan bahan bakar Biodiesel B50 pada lokomotif kereta api. Kereta Api Sembrani relasi Surabaya Pasar Turi–Gambir menjadi layanan pertama yang ditarik lokomotif dengan bahan bakar campuran biodiesel tersebut.
Uji coba ini menjadi langkah strategis KAI dalam mendukung program transisi energi nasional, sekaligus memperkuat komitmen perusahaan menghadirkan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Baca Juga : Rencana Utang Pemkot Surabaya ke PT SMI Dapat Perhatian Risma, Ungkap Risikonya
Pengujian dilakukan pada lokomotif seri CC206 15 12. Tahap awal dimulai dari proses pencampuran bahan bakar pada 29 April 2026, dilanjutkan dengan pemeriksaan teknis sarana serta uji statis di Depo Lokomotif Sidotopo, Surabaya.
Setelah dinyatakan siap, lokomotif tersebut menjalani uji dinamis dengan menarik KA Sembrani relasi Surabaya Pasar Turi–Gambir pada 30 April 2026. Pengujian kemudian berlanjut untuk perjalanan balik Gambir–Surabaya Pasar Turi pada 1 Mei 2026.
Dari hasil awal, penggunaan Biodiesel B50 menunjukkan performa positif. Bahan bakar tersebut dapat digunakan dengan baik tanpa mengganggu kinerja mesin maupun operasional lokomotif.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan rangkaian pengujian ini menjadi tahap krusial sebelum implementasi dilakukan secara lebih luas.
“Melalui serangkaian uji coba tahap awal ini kami ingin memastikan bahwa penggunaan Biodiesel B50 aman dan andal untuk operasional kereta api,.ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (2/5/2026).
"Selain itu, ini menjadi kontribusi nyata KAI dalam menekan emisi karbon, menciptakan transportasi yang lebih ramah lingkungan, serta sebagai upaya memperkuat ketahanan energi nasional,” sambungnya.
Mahendro menjelaskan, uji coba tidak berhenti pada tahap awal. KAI akan melanjutkan pengujian selama enam bulan ke depan dengan pengawasan teknis secara intensif.
Baca Juga : Peringati Hardiknas 2026, Wali Kota Surabaya Gaungkan Pendidikan untuk Semua
Selama periode tersebut, tim teknis akan memantau kondisi mesin, ketahanan komponen, konsumsi bahan bakar, hingga stabilitas performa lokomotif dalam operasional harian. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan sebelum penggunaan B50 diterapkan secara lebih luas, guna memastikan aspek keselamatan dan keandalan perjalanan tetap terjaga.
Langkah ini juga melanjutkan pengalaman KAI dalam penggunaan Biodiesel B40. Sejak Februari 2025, seluruh sarana diesel KAI telah menggunakan bahan bakar B40 setelah melalui serangkaian uji coba sejak Juli 2024 dengan hasil performa mesin yang tetap optimal.
Dengan spesifikasi teknis yang relatif serupa antara B40 dan B50, KAI optimistis proses transisi menuju penggunaan campuran biodiesel yang lebih tinggi dapat berjalan lancar.
“Kami berharap kegiatan uji coba penggunaan bahan bakar Biodiesel B50 pada lokomotif kereta api yang diinisiasi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) ini dapat berjalan dengan lancar, serta memberikan manfaat yang optimal, tidak hanya untuk pengembangan teknologi perkeretaapian, tetapi juga mendukung transisi energi, menuju sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” tutup Mahendro.
