Kapolresta Malang Kota Minta Maaf, Aksi Massa Kian Memanas Ungkit Tragedi Kanjuruhan

Reporter

Irsya Richa

Editor

A Yahya

29 - Aug - 2025, 10:46

Aksi massa saat merusak baliho di Polresta Malang Kota, Jumat (29/8/2025). (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Aksi solidaritas atas tewasnya driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan karena terlindas kendaraan rantis (rantis) Brimob di depan Polresta Malang Kota, Jumat (29/8/2025) malam kian panas. Permintaan maaf Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono meminta maaf kepada ratusan aksi massa, tak mampu meredakan aksi massa.

“Teman-teman yang ada di sini sudah menyampaikan tuntutan dan saya selaku Kapolresta Malang Kota, kami meminta maaf yang serendah-rendahnya hati kami. Kami memohon maaf kepada rekan-rekan, dengan apa yang terjadi di Jakarta,” kata kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono.

Baca Juga : Ratusan Massa Ojol Kepung Polresta Malang Kota, Bakar Water Barrier

Dalam kesempatan itu, Kombes Pol Nanang kembali menyatakan permohonan maaf atas kejadian yang menimpa korban Affan Kurniawan tersebut.

“Sekali lagi rekan-rekan, dengan seluruh anggota Polresta Malang Kota memohon maaf atas kejadian yang menimpa saudara kita almarhum Affan Kurniawan. Semoga beliau diberikan tempat terindah oleh Allah SWT,” terang Kombes Pol Nanang.

Meskipun pihaknya telah meminta maaf, aksi massa yang sempat redam, kembali memanas. Sejumlah fasilitas umum yang ada di Polresta Malang Kota dirusak.

Hingga pukul 22.25 WIB para aksi massa masih melakukan aksinya dan memadati depan Mapolresta Malang Kota. Sejumlah personel TNI/Polri berupaya untuk meredam aksi massa.

Baca Juga : Polisi dan Ojol Gresik Gelar Doa dan Salat Gaib untuk Almarhum Affan Kurniawan

Tak hanya itu saja, massa juga meneriaki polisi dan mencaci-maki Kapolresta Malang Kota saat melakukan aksinya. Hal ini pun merembet para aksi menuntut tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang, menambah emosi dalam aksi tersebut. Kondisi Jalan Agung Suprapto dari dua sisi kini tidak bisa dilalui kendaraan, lantaran aksi massa terus bertambah.