Dinas Kesehatan Tulungagung mengaku telah memanggil seluruh Kepala Puskesmas se Kabupaten Tulungagung. Hal tersebut menyikapi viralnya pelayanan buruk di media sosial yang diketahui saat jam pelayanan para petugas puskesmas justru bermain handphone.
"Kita sudah kumpulkan kepala puskesmas semua, kita juga lakukan klarifikasi khusus ke pihak Puskesmas Tunggangri," kata Sekretaris Dinas Kesehatan, Bambang Triono.
Menurut Bambang, dari klarifikasi khusus pihak puskesmas telah meminta maaf dengan kejadian itu. Namun demikian, puskesmas masih beralasan jika penggunaan handphone saat jam pelayanan sehingga diviralkan pasien dalam rangka koordinasi masalah Demam Berdarah (DB)
"Alasannya koordinasi, kita masih toleransi karena juga sudah ada permintaan maaf dari Puskesmas Tunggangri," kata Bambang.
Buntut dari masalah itu, dinas kesehatan meski tidak memberi sanksi pada oknum pegawai di Puskesmas Tunggangri, namun mengeluarkan larangan memegang handphone saat jam pelayanan.
"Dalam rangka peningkatan pelayanan, semua pegawai di puskesmas tidak boleh memegang handphone dengan alasan apapun kecuali berkaitan dengan kerja. Itupun harus dengan izin atasan," tegas Bambang.
Kepala Puskesmas Tunggangri Dr Dony Wahyu BS saat kegiatan bersama siswi SDDengan larangan memegang handphone itu, Bambang berharap kinerja pelayanan puskesmas semakin meningkat dan tidak ada lagi keluhan pasien yang merasa kurang direspon oleh petugas.
Sebelumnya, merasa jengkel dan tidak terima dengan pelayanan di Puskesmas Tunggangri Kecamatan Kalidawir Tulungagung, seorang pasien memposting komplain di media sosial. Pemosting yang diketahui bernama Ahmad Saifudin itu mengaku mendapat pelayanan tidak semestinya berkali-kali. Sejak ketika ia mau nikah cari surat kesehatan, saat istri hamil muda dan terakhir saat mencari surat keterangan sehat belum lama ini.
Pasca posting, Saifudin telah mendapatkan klarifikasi dari Puskesmas Tunggangri, namun jawaban puskesmas belum membuat dirinya puas.
"Meskipun pihak puskesmas sudah klarifikasi, tapi klarifikasi cuma masalah yang saya alami pagi ini. Tentang (keluhan) jam 11 sudah tidak terima pendaftaran tidak diklarifikasi, trus tadi alasannya banyak pasien. Padahal saya di situ sampai jam sebelas lebih, nomer antrian tidak sampe 40. Terakhir saya dengar sebelum saya pulang cuma 29," katanya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Puskesmas Tunggangri Dr Dony Wahyu BS mengatakan jika masalah tersebut sudah dijelaskan pada pasien.
"Pelanggan kemarin memang datang untuk cari Surat Kesehatan, tapi karena kemarin dokternya tidak di tempat (mengikuti wifi TB di crown) jadi tidak dapat kami layanai hari itu dan disarankan untuk datang lagi keesokan harinya," kata Doni saat itu.
