Semeru selalu punya daya tarik tersendiri, tak hanya bagi mereka yang biasa mendaki gunung, tapi juga yang sering menyaksikan keindahannya di media sosial. Beberapa kegiatan secara rutin juga digelar di gunung tertinggi di Pulau Jawa ini, seperti Upacara Kemerdekaan RI setiap tanggal 17 Agustus di Kalimati dan Puncak Mahameru, juga upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Ranu Kumbolo seperti yang digelar Minggu (28/10/2018).
“Selain Ranu Kumbolo ada berbagai spot menarik yang bisa disaksikan oleh para pendaki, meskipun ada beberapa pembatasan dan peraturan yang harus ditaati oleh pendaki,” ujar Agung Siswoyo, Kepala Resort PTN Wilayah Ranupani, sesaat setelah Upacara Sumpah Pemuda di Ranu Kumbolo, Minggu (28/10/2018).
Berikut ini beberapa spot menarik yang bisa kita nikmati selama pendakian gunung Semeru:
1. Aktivitas Lutung Jawa di Landengan Dowo

Landengan Dowo terletak pada ketinggian 2.300 mdpl, jaraknya sekitar 3 km dari Ranu Pani dengan jarak waktu sekitar 1,5 jam berjalan kaki dengan trek yang relatif mudah, karena beberapa trek berupa paving datar.
“Dari Pos 1 ke Pos 2, tepatnya di Landengan Dowo, jika beruntung kita bisa melihat aktivitas Lutung Jawa. Memang tidak setiap saat muncul, tapi memang di situ merupakan lintasan satwa liar,” papar Agung Siswoyo.
2. Jejak Macan Tutul di Tanjakan Bakri

Setelah Pos 3, kita akan menyusuri tanjakan yang panjangnya sekira 100 meter dan dinamakan tanjakan Bakri karena yang membuat katanya Pak Bakri yang merupakan warga Ranu Pane.
“Di tanjakan Bakri atau kawasan Pos 3, kadang kita bisa menemukan jejak macan tutul, yang memang kerap dijumpai di kawasan tersebut,” ungkap Agung.
Beberapa pendaki memang kerap menjumpai langsung macan tutul atau Panthera Pardus di kawasan tersebut. Pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menyarankan untuk tidak melewati kawasan tersebut di atas pukul 18.00 WIB.
3. Bentang Alam Ranu Kumbolo

Di Ranu Kumbolo yang terletak pada ketinggian 2.400 mdpl, kita bisa menikmati bentang alam dan keindahan danau yang jarang dijumpai di tempat lain.
“Ranu Kumbolo merupakan danau seluas 15 ha. Di kawasan ini suhu minimal bisa mencapai -5 sampai -20 deracat celcius,” terang Agung.
Ranu Kumbolo juga menyediakan camping ground yang jadi favorit pendaki. Baru ini TNBTS juga telah melengkapi kawasan Ranu Kumbolo dengan toilet basah. Kita juga bisa membeli makanan dari beberapa warung yang ada di kawasan ini.
4. Tanjakan Cinta

Bicara Ranu Kumbolo tentu tak lepas dari Tanjakan Cinta. Tanjakan Cinta merupakan jalan setapak menuju bukit, dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Letaknya tepat setelah Ranu Kumbolo menuju Oro-oro Ombo.
“Tantangan tersendiri bagi para pendaki yang naik Tanjakan Cinta. Ada mitos yang mengatakan jika kita naik tanpa melihat ke belakang sambal memikirkan orang yang kita cintai maka keinginan untuk bersama orang itu akan tercapai,” ujar Agung sambil tersenyum.
5. Savana Oro Oro Ombo

“Setelah Tanjakan Cinta, ada savana Oro Oro Ombo, jika melihat arah kiri yaitu arah Ungup-Ungup juga ada savanna. Di sini kita disuguhi pemandangan bunga verbena dengan mahkota berwarna ungu,” terang Kepala Resort Ranupani tersebut.
Tanaman bernama asli Verbena Brasiliensis Vell itu tumbuh memenuhi savana seluas 20 hektare. Pada pagi hari, verbena akan membiaskan cahaya kemilauan seperti kristal lantaran tersapu embun. Sedangkan pada siang, bunga ini memiliki peran seperti oase yang memberi energi buat para turis.
“Sebenarnya merupakan tumbuhan asing yang bukan berasal dari sini. Kami sendiri punya program eradikasi karena sifatnya yang invasif dan mengancam spesies asli di kawasan ini,” tutupnya.
