free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hiburan, Seni dan Budaya

Warga Dusun Gondorejo Kerahkan 500 Encek untuk Kenduri Sambil Kenakan Pakaian Adat Saron

Penulis : Irsya Richa - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

05 - Aug - 2019, 21:17

Placeholder
Warga Dusun Gondorejo, Desa Oro-Oro Ombo saat memawa encek sambil mengenakan saron menuju Punden Gondorejo.

Beragam adat istiadat tidak bisa ditinggalkan oleh warga Kota Batu dalam merayakan selamatan desa. Seperti di Desa Oro-Oro Ombo Kecamatan Batu, Senin (5/8/2019).

Selamatan desa itu dilakukan dengan kenduri (selamatan), encek merupakan sebuah wadah kenduri yang berasal dari pelepah pisang yang dibentuk persegi. 

Terdapat anyaman bambu untuk menopang makanan. Totalnya ada 500 encek yang mengiringi selamatan ini.

“Anyaman bambu ini sebelumnya sudah dibuat oleh warga Dusun Gondorejo secara gotong royong untuk kenduri,” ungkap Sogik Panitia Bersih Desa Oro-Oro Ombo.

Sebelum diletakkan di atas encek, makanan terlebih dulu dibungkus dengan daun pisang serta diselipi daun kelapa muda atau Janur. Penyajian itu bermakna menanti cahaya surga, tersaji dalam encek tersebut.

Di dalam encek itu tersaji nasi, ingkung (ayam utuh) dan lauk-pauk. Kemudian saling ditukarkan dan dibagikan, dibawa pulang oleh warga. Sebelum encek itu dikumpulkan menjadi satu, terlebih dahulu bdiletakkan di sepanjang jalan Desa Berran menuju Punden Gondorejo.

Saat mereka membawa encek itu dari rumah, tidak terlewatkan menggunakan pakaian khas tradisional yakni sarung celono (sarno), slempang sarung dan udeng. Pakaian Sarno ini sudah menjadi budaya leluhur pada waktu melaksanakan ritual kenduri seperti ini. “Jadi kita angkat kembali budaya pakaiannya juga,” imbuhnya.

Kemudian saat menuju punden sambil membawa encek itu diiringi gending dan cucuk lampah hingga sampai di Punden Gondorejo. Dilanjutkan dengan pembakaran merang dan kemenyan, diiringi tari budaya lokal. 

Lalu dilakukan pembacaan doa hingga makan bersama. Ia menjelaskan adanya kenduri encek sambil menggunakan pakaian adat sarno ini untuk mengangkat dan melestarikan budaya lokal yang masih dijalankan masyarakat khususnya di Dusun Gondorejo. Juga mempererat kerukunan dan kegotongroyongan warga sekitar.

“Budaya Kenduri selamatan dusun yang diadakan Punden Gondorejo berencana diangkat dan dijadikan Destinasi Wisata Religi/Ritual Budaya di Kota Batu,” tutup Sogik.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya malang berita-malang selamatan-desa-di-Dusun-Gondorejo Desa-Oro-Oro-Ombo- Punden-Gondorejo Destinasi-Wisata-Religi-Ritual-Budaya-di-Kota-Batu



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sidoarjo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Sri Kurnia Mahiruni