Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Bangkitkan Varietas Tembakau Selopuro, Dinas Pertanian Pemkab Blitar Studi Lapang ke Majalengka

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Yunan Helmy

07 - Aug - 2019, 18:53

Placeholder
Studi lapang Dinas Pertanian Kabupaten Blitar dan petani tembakau ke Majalengka.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Indonesia telah diakui dunia sebagai salah satu negara penghasil tanaman tembakau terbaik. Kualitas tembakau lokal sangat diperhitungkan di pasar internasional. Hasil pertanian yang sering disebut sebagai "emas hijau (green gold)" ini banyak ditemui di berbagai wilayah di tanah air dengan ciri atau varietas unggulannya masing-masing.

Begitu pun Kabupaten Blitar. Sebagai daerah dengan tanah yang subur, di masa lampau Kabupaten Blitar pernah menjadi wilayah penghasil tembakau terbaik dengan menelurkan varietas bernama tembakau Selopuro. Tembakau ini pernah mendunia pada masa dasawarsa 1960-1970-an. Namun dalam perkembangannya, tembakau Selopuro tenggelam dan merosot popularitasnya karena kalah bersaing dengan varietas lain.

Kini, upaya membangkitkan lagi varietas tembakau Selopuro tengah dilakukan oleh Pemkab Blitar melalui Dinas Pertanian dan Pangan. Langkah ini dirintis melalui kerja sama dengan peneliti dari Balittas (Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat).

 Upaya memurnikan dan membangkitkan tembakau Selopuro juga dirintis dengan studi lapang Penerapan Inovasi Teknis melalui Fasilitasi Pelepasan Varietas Tembakau Lokal di Desa Babakansari, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalangka, Provinsi Jawa Barat, Rabu (6/8/2019).

Dalam studi lapang tersebut, rombongan Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Blitar yang dipimpin Seketraris Cuk Widatmuko mengajak petani tembakau dari Kecamatan Selopuro dan Kelurahan Kamulan, Kecamatan Wlingi. Setiba di Majalangka, rombongan disambut Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka, Balai Pengembangan dan Produksi benih Disbun Provinsi Jabar, serta Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Majalengka.

“Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan yang kami laksanakan untuk memurnikan varietas tembakau Selopuro yang merupakan varietas tembakau lokal di Kabupaten Blitar,” ungkap Kabid Pengembangan SDM Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Blitar Himawan Priambodo.

Rencananya varietas tembakau Selopuro yang saat ini dalam tahap penelitian bersama Balittas Malang akan dilepas pada tahun 2020 mendatang. Dalam kunjungan ini, Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Blitar  bersama para petani ingin belajar dari Kabupaten Majalengka untuk mengetahui proses dan mekanisme menuju keberhasilan pemurnian varietas tembakau lokal. 

“Dari studi lapang ini, kami ingin belajar bagaimana proses menciptakan tembakau lokal berkualitas. Bagaimana tembakau lokal ini bisa keluar sertifikatnya. Tentunya kita juga akan belajar penerapan manajemen pengembangan tembakau lokal di sini yang nanti akan kami terapkan di Kabupaten Blitar,” kata dia.

Hermawan menambahkan, setelah varietasnya dilepas, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar tidak hanya mengembangkan tembakau Selopuro ini di wilayah Selopuro. Namun juga akan mengembangkannya di kecamatan lain di Kabupaten  Blitar yang memiliki kondisi tanah dan geografis yang mirip dengan Kecamatan Selopuro.

"Harapannya tembakau lokal di Kabupaten Blitar tidak hanya berkembang di  Selopuro saja, tapi juga di kecamatan-kecamatan lain karena tembakau lokal ini harganya lebih tinggi dari tembakau lain,” ungkapnya.

Dalam studi lapang ini, rombongan Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Blitar bersama para petani mendapat paparan langsung dari Ucup Supriatnya selaku kabid Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka, Dani Dayawiguna selaku kepala seksi Penerapan Teknologi Perbenihan Balai Pengembangan dan Produksi Benih Disbun Provinsi Jabar. dan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Majalengka mengenai proses dan langkah-langkah pemurnian tembakau lokal. Rombongan dari Blitar juga diajak langsung melihat lahan pertanian tembakau di Kabupaten Majalengka.

Ketua APTI Kabupaten Majalengka Sutarja menjelaskan, melepas varietas tembakau itu ada beberapa tahapan. Tahap-tahap tersebut mulai dari pembibitan hingga melihat produksinya. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, Kabupaten Majalengka telah berhasil memurnikan tiga varietas tembakau, yakni varietas tumpangsari, citrasari dan sigalih.

“Kami dalam memurnikan varietas ini prosesnya tidak gampang. Pernah beberapa kali gagal. Setelah berkali-kali mencoba, akhirnya kami berhasil. Keberhasilan salah satunya berkat support anggaran dari Disbun Provinsi Jabar. Kalau dana dari masyarakat, tentu akan berat,” ucap dia.

Sutarja menyampaikan, terkait pemasaran benih tembakau lokal, bibit tembakau lokal Kabupaten Majalengka sudah menyasar seluruh Provinsi Jawa Barat. Ini dibuktikan dengan permintaan datang dari hampir dari seluruh wilayah yang dipimpin Gubernur Ridwan Kamil. 

“Kami berhasil menciptakan bibit tembakau yang unggul produksi, unggul kualitas. Yang beruntung siapa? Yang untung petani. Untuk hasil tembakaunya, kami berhasil mengikuti permintaan pasar. Dan terkait pemasaran, petani di sini sudah bermitra dengan perusahaan pengolahan tembakau di Jabar. Di antaranya Tasikmalaya, Ciamis,” pungkasnya.(kmf)

 

 


Topik

Pemerintahan blitar berita-blitar Studi-lapang-Dinas-Pertanian Kualitas-tembakau-lokal-sangat-diperhitungkan-di-pasar-internasional



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sidoarjo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Yunan Helmy