Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Pemkab Jember Kerahkan 60 Armada Bus untuk Antar Santri di 16 Pondok Pesantren

Penulis : Moh. Ali Mahrus - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

02 - Jul - 2020, 21:43

Placeholder
Bupati Jember dr. Faida MMR saat melakukan pelepasan rombongan santri tujuan Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan (foto: Moh. Ali Makrus/ JatimTIMES)

Tidak hanya memberikan layanan rapid test gratis untuk 33 ribu lebih santri yang kembali ke pondok pesantren. Sejak diumumkan pada 6 Juni lalu, hingga saat ini, sedikitnya 60 armada bus sudah mengantarkan ribuan santri asal Jember ke 16 pondok pesantren yang ada di luar Jember.

“Tidak hanya rapid test yang kita lakukan untuk santri-santri asal Jember, tapi juga termasuk moda transportasi juga kita siapkan, sampai saat ini sudah ada 60 lebih armada bus yang sudah mengantarkan ribuan santri kembali ke pondok pesantren,” ujar Bupati Jember dr. Faida MMR Kamis (2/7/2020) saat melepas ratusan santri putri tujuan Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan.

Baca Juga : Pesantren Tangguh Semeru di Tulungagung Ini Beri Tauladan Patuhi Protokol Kesehatan

Menurut bupati, dengan difasilitasi bus untuk santri yang akan kembali ke pondok pesantren, harapanya adalah santri yang sudah dinyatakan non reaktif dan kembali ke pesantren tetap dalam kondisi steril dan tetap sehat.

“Kalau naik angkutan umum, meski sudah menjalani rapid test, dikhawatirkan akan kontak dengan orang lain, apalagi kita tidak tahu siapa yang membawa virus, sehingga rawan akan terpapar, dengan disiapkan transportasi khusus untuk santri, Insya Allah kesehatan santri terjamin,” ujar bupati.

Dalam kembalinya santri ke Pondok Pesantren ini, bupati juga melarang wali santri atau orang tua santri untuk ikut mengantar ke pondok pesantren, tidak hanya itu, bupati juga mengingatkan, agar orang tua tidak terlalu sering menjenguk anaknya di pondok pesantren dalam situasi pandemi Covid-19.

“Saya pesan kepada wali santri, untuk sementara waktu ditahan dulu menjenguk putra putrinya yang ada di pondok pesantren, mari bersama-sama berdoa, semoga wabah Covid-19 ini segera berlalu, dan kami pemerintah sudah mengupayakan agar situasi kembali normal. Apalagi saat ini Jember sudah tidak menjadi zona merah lagi, tapi sudah oranye, bahkan saat ini bisa dikatakan sudah zona kuning, mudah-mudahan dalam waktu dekat segera menjadi zona hijau dan diikuti oleh kota-kota lainnya,” pungkas bupati. (*)

 


Topik

Peristiwa



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sidoarjo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Moh. Ali Mahrus

Editor

Sri Kurnia Mahiruni