JATIMTIMES - Pasca pandemi Covid-19, Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-78 disambut kegembiraan masyarakat dengan mengenang perjuangan para pahlawan lewat menggelar beragam lomba. Seperti perlombaan tarik tambang yang tak kalah menariknya digelar di Kota Batu.
Dikala para siswa dan masyarakat tengah libur, mereka memanfaatkan waktunya untuk menggelar sebuah perlombaan di Dusun Nggopet, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Kamis (17/8/2023). Di sana mereka menggelar perlombaan makan kerupuk, pukul bantal, dan tarik tambang.
Baca Juga : Viral Sepatu Lily Andriani Wenda, Paskibraka Pembawa Baki Bendera Lepas Saat Bertugas di Istana Negara
Seperti tarik tambang berlangsung di atas sungai. Tentu ini menjadi momen yang menarik dan seru untuk diikuti. Terlebih yang mengikuti perlombaan bukan hanya orang dewasa, tapi juga anak-anak.
Saat anak-anak itu masuk sungai, rata-rata tinggi air itu sepaha. Meski air berwarna cokelat, anak-anak itu pantang menyerah. Bahkan mereka merasa bahagia bisa berkompetisi di atas air. Namun untuk memenangkan perlombaan bukan pekara yang mudah bagi mereka. Tetapi mereka begitu gigih untuk bisa melewati tanda kemenangan. Para pendukung yang melihat bersorak-sorai mendukung para peserta lomba. Sebab kedua kelompok itu sama-sama kuatnya.
Menariknya sebelum lomba, ternyata anak-anak hingga orang dewasa di dusun tersebut membersihkan sungai hingga bersih. Baru setelah bersih mereka gunakan untuk perlombaan. Selain untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-78 juga sebagai upaya memerdekakan sungai dari sampah bersama Sapu Bersih Sampah Nyemplung Kali (Sabers Pungli).
“Bersama warga setempat kami membersihkan sampah di sungai,” ungkap Koordinator Sabers Pungli, Herman Angga.
Baca Juga : Kemeriahan Perayaan Kemerdekaan ke-78 RI di Ponpes Manbaul Ulum Malang
Pada kegiatan ini mereka mengangkat tema menjaga kemerdekaan dengan merawat alam dan lingkungan. Tidak hanya memerdekakan sungai, dengan perlombaan itu untuk menunculkan semangat perjuangan dan kekompakkan masyarakat.
“Supaya lebih guyub rukun di masyarakat,” tutup Herman.
