JATIMTIMES - Sebagai daerah dengan potensi bencana yang tinggi, langkah-langkah mitigasi disiapkan di Kota Batu. Salah satunya pemasangan rambu evakuasi yang membantu mengarahkan ketika terjadi peristiwa bencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu tahun ini menambah pemasangan sebanyak 128 rambu evakuasi.
Ratusan rambu tersebut disiapkan untuk zona luar ruangan maupun dapam ruangan. Nantinya rambu tersebut akan disebar di daerah pemukiman warga. Puluhan rambu penunjuk arah zona aman bencana tersebut dipasang di sejumlah titik baru.
Baca Juga : Kenalan dengan Penulis Naskah Sinetron Televisi Nasional hingga Webseries dari Kota Batu
"Untuk Tahun 2024 ada 128 plang dengan rincian 60 rambu kebencanaan di luar ruangan/outdoor. Misalnya pinggir jalan. Kemudian 68 rambu kebencanaan didalam ruangan/indoor, misalnya dibdalam kelas sekolah dan sejenisnya," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu Agung Sedayu ketika ditemui, belum lama ini.
Pemasangan plang rambu evakuasi oleh BPBD Kota Batu akan lebih banyak di permukiman. Sebab, pemasangan di kawasan jalan Nasional dan Provinsi sudah diberi tanda dari BPBD Jawa Timur. Pemasangan dimaksudkan untuk memberikan petunjuk lebih jelas ketika terjadi bencana dan menuju ke tempat aman seperti titik kumpul.
Khususnya, rambu dipasang di zona merah bencana dan yang tinggi populasi penduduknya. Rambu yang dipasang berbaham Aluminium Composite Panel (ACP). Yakni sejenis alumunium yang tak mudah berkarat dan kuat. Serta dinilai akan lebih awet karena bahan tersebut meski divuri tak akan bernilai jual tinggi. "Selain itu terdapat stiker refleksi yang bisa menyala saat terkena cahaya," sebutnya.
Sejumlah titik yang bakal terpasang rambu baru tahun ini adalah Desa/Kelurahan Gunungsari, Punten, Tulungrejo dan Sumberbrantas. Selain keberadaan rambu evakuasi bencana, forum pengurangan risiko bencana di desa juga dibentuk. Perwakilan elemen masyarakat dan relawan menjadi garda depan mitigasi hingga asesmen kebencanaan dalam program Desa Tangguh Bencana (Destana). Dimana seluruh desa dan kelurahan di Kota Batu saat ini telah berstatus Destana.
Baca Juga : Surat Tilang Elektronik Banjiri Kantor Pos Kota Batu
Pemasangan rambu juga diperhitungkan berdasarkan jenis ancaman di titik terkait. Saat ini Kota Batu memiliki ancaman tanah longsor yang mendominasi. Itu sebabnya rambu evakuasi yang dipasang adalah rambu longsor. Mengenai anggaran, total yang disiapkan Rp195 juta untuk 128 lokasi tersebut. Dapam satu pemasangan memakan biaya kisaran Rp1-2 juta.
