Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Bangun Rumah Potong Unggas, Pemkab Blitar Anggarkan Rp 2 Miliar

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Nurlayla Ratri

12 - Sep - 2024, 12:45

Placeholder
Ilustrasi pembangunan Rumah Potong Unggas (RPU). (Foto: Dibuat dengan AI/JatimTIMES)

JATIMTIMES- Kabupaten Blitar tengah melakukan langkah besar dalam meningkatkan fasilitas pemotongan unggas dengan membangun Rumah Potong Unggas (RPU) di Srengat. Pembangunan ini dilakukan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar. 

Pembangunan rumah potong unggas ini memanfaatkan anggaran sebesar Rp 2 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Hal ini disampaikan oleh Eko Susanto, Kepala Disnakkan Kabupaten Blitar.

Baca Juga : Kebakaran Kandang Ayam di Blitar, Pengusaha Rugi Rp 1,1 Miliar

Eko mengungkapkan bahwa pembangunan RPU ini sedang berlangsung di kawasan Rumah Potong Hewan (RPH) Srengat, dan diproyeksikan selesai pada November mendatang. 

“Saat ini kami sedang dalam proses pembangunan dan menargetkan RPU ini dapat mulai beroperasi pada akhir tahun,” jelasnya, Rabu (11/9/2024). 

Menurut Eko, kebutuhan akan RPU sangat mendesak mengingat Kabupaten Blitar belum memiliki fasilitas pemotongan unggas yang terpusat, meskipun permintaan pasar cukup tinggi.

Pembangunan RPU ini, tambah Eko, melibatkan beberapa aspek perencanaan yang matang, termasuk penyediaan alat-alat penting seperti cold storage untuk menjaga kualitas daging yang dipotong. 

"Alokasi anggaran yang digunakan, sekitar Rp 2 miliar, sebagian besar diperuntukkan bagi pembangunan fisik dan pengadaan peralatan, termasuk freezer dengan kapasitas 1 ton untuk proses pendinginan awal, serta cold storage berkapasitas 3 ton untuk penyimpanan jangka panjang," kata Eko.

Proses di RPU ini dirancang agar unggas yang akan dipotong masuk terlebih dahulu ke tempat penyimpanan awal, lalu dilanjutkan ke proses pemotongan dan pembersihan. Setelah itu, daging akan disimpan dalam freezer dengan kapasitas 1 ton untuk proses pendinginan. Cold storage yang disiapkan, tambah Eko, mampu menyimpan daging unggas selama maksimal satu tahun, sehingga kualitas produk dapat tetap terjaga.

Eko optimis bahwa kehadiran RPU di Srengat akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam memastikan pasokan unggas yang diproses secara higienis dan sesuai standar kesehatan. Selain itu, ia juga berharap fasilitas ini dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Blitar. 

“Dengan adanya RPU ini, pelayanan kepada masyarakat akan semakin meningkat. Tidak hanya itu, kami juga berharap adanya peningkatan PAD, setelah sebelumnya Kabupaten Blitar sudah memiliki tiga Rumah Potong Hewan (RPH),” ujarnya.

Baca Juga : Penetapan Ketua Tunggu Keputusan DPP, DPRD Sidoarjo Fokus Bentuk Susunan Fraksi

Pembangunan RPU ini diharapkan juga bisa mendorong perkembangan sektor peternakan unggas di Blitar, yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil unggas terbesar di Jawa Timur. Dengan adanya fasilitas pemotongan yang memadai, kualitas produk unggas dari Blitar diharapkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional.

Sebelumnya, sejumlah pelaku usaha di bidang peternakan unggas di Kabupaten Blitar sering kali menghadapi kendala dalam proses pemotongan, karena keterbatasan fasilitas. Banyak dari mereka harus mengirim unggas ke luar daerah untuk dipotong, yang tidak hanya meningkatkan biaya operasional tetapi juga mempengaruhi kualitas daging yang sampai ke konsumen. Kehadiran RPU di Srengat diharapkan dapat mengatasi masalah ini, dengan memberikan akses yang lebih mudah dan efisien bagi para peternak lokal.

Di sisi lain, keberadaan RPU ini juga diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar, terutama dalam bidang operasional dan distribusi produk unggas. Dengan demikian, dampak positif dari pembangunan RPU ini tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, tetapi juga aspek sosial.

Eko menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan proyek ini untuk memastikan bahwa RPU bisa beroperasi sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. "Kami berharap proyek ini berjalan lancar, dan masyarakat bisa segera menikmati manfaatnya pada akhir tahun nanti," pungkas Eko.

Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten Blitar menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor peternakan dan perikanan, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. RPU Srengat diharapkan menjadi salah satu infrastruktur penting yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, sekaligus menjawab kebutuhan pasar akan produk unggas berkualitas tinggi.


Topik

Pemerintahan Blitar rumah potong unggas



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sidoarjo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Nurlayla Ratri

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan