free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

CFD Libur, Jalan Besar Ijen Malang Disekat Total Selama Mujahadah Kubro 1 Abad NU

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

03 - Feb - 2026, 16:21

Placeholder
Jalan Besar Ijen yang akan ditutup total selama penyelenggaraan Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Kota Malang dipastikan ditiadakan sementara seiring digelarnya Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) pada 7-8 Februari 2026. Kebijakan ini diambil karena kawasan Jalan Besar Ijen akan diberlakukan penutupan total dan sterilisasi kendaraan selama dua hari penuh.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyampaikan bahwa penutupan Jalan Besar Ijen merupakan hasil kesepakatan lintas sektor. Hal itu demi menjamin kelancaran serta keamanan kegiatan keagamaan berskala nasional tersebut.

Baca Juga : Harlah 1 Abad NU Jadi Magnet Ribuan Tamu, Okupansi Hotel di Kota Malang Nyaris Penuh

“CFD kita tiadakan karena bertepatan dengan Mujahadah Kubro 1 Abad NU pada 7-8 Februari 2026. Pada waktu itu, kawasan Jalan Besar Ijen ditutup total dan disterilkan dari kendaraan,” ujar Widjaja, Selasa (3/2/2026).

Widjaja menjelaskan, penutupan akses kendaraan di Jalan Besar Ijen akan mulai diberlakukan pada Sabtu, 7 Februari 2026 pukul 12.00 WIB hingga Minggu, 8 Februari 2026 pukul 20.00 WIB. Selama periode tersebut, seluruh aktivitas lalu lintas di kawasan tersebut dihentikan sementara.

“Penutupan ini berlangsung selama dua hari penuh, mulai 7 Februari pukul 12.00 WIB sampai 8 Februari pukul 20.00 WIB. Ini sesuai dengan kesepakatan yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi dampak lalu lintas, Dishub Kota Malang akan menurunkan personel gabungan bersama kepolisian lalu lintas di sejumlah titik strategis. Langkah ini dilakukan guna mengatur arus kendaraan dan mencegah kepadatan di kawasan sekitar jalan yang terdampak penutupan.

Adapun titik pengamanan dan pengaturan lalu lintas meliputi Simpang Empat Ijen, Simpang Tiga Wilis, Simpang Tiga Retawu, Simpang Empat Pahlawan Trip, serta Simpang Balapan.

Baca Juga : Respon Dinamika Kampus, Civitas Akademika Unikama Sampaikan Pernyataan Sikap Resmi

Lebih lanjut, Widjaja menegaskan bahwa sterilisasi Jalan Besar Ijen dilakukan karena ruas jalan tersebut akan difungsikan sebagai jalur pejalan kaki bagi para jemaah Mujahadah Kubro. Kawasan Gereja Katedral Ijen juga ditetapkan sebagai salah satu titik transit jemaah, sehingga membutuhkan pengamanan ekstra.

“Sterilisasi ini dilakukan karena Jalan Besar Ijen akan menjadi lokasi jalan kaki jemaah. Kawasan Gereja Ijen menjadi salah satu titik transit, sehingga harus benar-benar aman dan bebas kendaraan,” ucapnya.

Sebagai informasi, selain Jalan Besar Ijen, total terdapat 12 ruas jalan di Kota Malang yang akan ditutup total selama pelaksanaan Mujahadah Kubro 1 Abad NU. Ruas jalan tersebut meliputi Jalan Besar Ijen, Jalan Retawu, Jalan Wilis, Jalan Pahlawan Trip, Jalan Semeru, Jalan Lawu, Jalan Welirang, Jalan Merapi, Jalan Taman Slamet, Jalan Sumbing, Jalan Guntur, dan Jalan Buring.


Topik

Peristiwa 1 Abad NU NU Nahdlatul Ulama CFD Kota Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sidoarjo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Sri Kurnia Mahiruni