free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

MICC Hadir di Pandan Ajeng, Live In Mahasiswa STIE Malangkucecwara Satukan Budaya, Lingkungan, dan Pengabdian

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

03 - Feb - 2026, 16:48

Placeholder
MICC melaksanakan program Live In di Desa Pandanajeng, Kabupaten Malang (foto: Anggara Sudiongko/MalangTimes)

JATIMTIMES - Malangkucecwara International Culture Club (MICC) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara kembali menunjukkan wajah lain mahasiswa kampus bisnis. Lewat program Live In, puluhan anggota MICC turun langsung ke Desa Pandanajeng, Kabupaten Malang, membawa misi budaya, penghijauan, pendidikan, dan pengabdian sosial yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat desa.

Program Live In ini menjadi program unggulan MICC yang dirancang tidak sekadar sebagai kegiatan seremonial. Selama empat hari, sejak Kamis hingga Minggu 1 Februari, sebanyak 44 anggota MICC tinggal dan berbaur bersama warga desa, menjalankan tiga agenda utama yang saling terhubung.

Baca Juga : Unisba Blitar Gandeng Mantan Dubes di Afrika Perkuat Pelayanan Publik dan Kepemimpinan Tendik

Dewan Pengawas Kabinet MICC, Kurniawan, menjelaskan bahwa Live In merupakan bentuk konkret orientasi global MICC yang tetap berpijak pada realitas sosial di tingkat lokal. MICC berada di bawah naungan STIE Malangkucecwara dan selama ini dikenal dengan program-program berwawasan internasional, namun juga memiliki tanggung jawab sosial yang kuat.

“Live In ini adalah program utama kami. Ada tiga fokus besar yang kami jalankan, yakni program hijau melalui penanaman pohon, Desa Mengajar, dan program charity kemasyarakatan,” ujar Kurniawan saat ditemui di sela kegiatan.

Pada program hijau, MICC bersama civitas akademika STIE Malangkucecwara melakukan penanaman sekitar 250 bibit pohon, terdiri dari pucuk merah dan durian, di sepanjang wilayah Desa Pandan Ajeng. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan, tetapi juga menjaga kekuatan plengsengan jalan agar tidak mudah longsor.

Kepala Kantor Urusan Internasional STIE Malangkucecwara, Mrs. Ir. Dwinita Aryani, MM., PhD, menegaskan bahwa kegiatan penghijauan ini sejalan dengan komitmen kampus terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) dan isu Green Environment yang kini menjadi perhatian dunia.

“Mahasiswa dan dosen tidak hanya belajar ekonomi, akuntansi, atau manajemen di kelas. Kami juga punya tanggung jawab menjaga lingkungan. Penanaman pohon ini bukan sekadar simbol hijau, tapi juga bagian dari perlindungan infrastruktur desa dan keberlanjutan ekonomi masyarakat,” jelas Dwinita.

Ia menambahkan, STIE Malangkucecwara telah lama menjalin kerja sama dengan Jasa Tirta dalam program lingkungan. Tahun-tahun sebelumnya, kegiatan serupa dilakukan di wilayah Malang Selatan dengan menanam hampir 500 pohon, bahkan melibatkan mahasiswa asing agar mereka memahami kehidupan dan budaya Indonesia secara langsung.

“Ke depan, ketika mahasiswa asing datang lagi, kami berharap bisa membawa mereka ke desa seperti Pandan Ajeng agar belajar budaya, lingkungan, dan kehidupan masyarakat desa yang sesungguhnya,” tambahnya.

Selain penghijauan, MICC juga menjalankan program Desa Mengajar. Dalam kegiatan ini, mahasiswa MICC mengajar mata pelajaran budaya di salah satu sekolah dasar di Desa Pandanrejo. Materi budaya dipilih agar siswa tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga memahami nilai, kebiasaan, dan identitas lokal sejak dini.

Program ketiga adalah charity kemasyarakatan yang difokuskan pada bantuan administratif di posyandu. Sesuai latar belakang mereka sebagai mahasiswa manajemen dan bisnis, anggota MICC dipercaya membantu pengelolaan administrasi posyandu agar lebih tertata dan efektif.

Baca Juga : CapCut Jadi Solusi Praktis Produksi Konten Digital Modern

“Kami ingin memberi dampak nyata. Apa yang bisa kami kontribusikan sesuai kompetensi, itu yang kami lakukan,” kata Kurniawan, yang juga merupakan mantan Ketua Umum MICC.

MICC sendiri telah berdiri sejak 2013 sebagai komunitas mahasiswa di STIE Malangkucecwara. Namun, statusnya resmi menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI. Saat ini, MICC memiliki sekitar 170 anggota dari empat angkatan, mulai 2021 hingga 2025, dengan peserta aktif Live In berasal dari mahasiswa semester dua hingga senior.

Dwinita menambahkan, bahwa program Live In di Desa Pandan Ajeng sebagai kegiatan yang berdampak luas, baik bagi masyarakat maupun mahasiswa. Selain memperkuat pengabdian masyarakat, mahasiswa juga belajar banyak hal di luar ruang kelas.

“Mahasiswa belajar budaya, cara hidup di desa, kebutuhan masyarakat, hingga soft skill seperti kerja sama, manajemen waktu, dedikasi, dan empati. Mereka belajar menanam pohon, sesuatu yang mungkin tidak pernah mereka lakukan sebelumnya,” tuturnya.

Ia berharap, sinergi antara MICC, STIE Malangkucecwara, dan Desa Pandan Ajeng dapat berlanjut dalam bentuk kerja sama lain, mulai dari pengabdian digital marketing, pembuatan website keuangan desa, hingga pendampingan UMKM, sehingga desa dapat berkembang dan dikenal lebih luas.

Melalui program Live In ini, MICC tidak hanya membawa nama kampus ke desa, tetapi juga meninggalkan jejak nilai, kolaborasi, dan harapan. Sebuah bukti bahwa mahasiswa bisa hadir, mendengar, belajar, dan memberi arti.


Topik

Pendidikan MICC STIE Malangkucecwara Live In



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sidoarjo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan