free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Transportasi

Harlah 1 Abad NU di Malang, KAI Sarankan Berangkat Lewat Stasiun Kota Lama

Penulis : Irsya Richa - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

04 - Feb - 2026, 11:07

Placeholder
Suasana di Stasiun Malang. (Foto: Irsya Richa/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Perayaan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang akan dipusatkan di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada 7–8 Februari 2026 diprediksi mendatangkan puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah. Kondisi tersebut berpotensi memicu lonjakan kepadatan lalu lintas di pusat kota, termasuk jalur menuju Stasiun Malang.

Menanggapi hal tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya mengimbau para calon penumpang agar mengatur waktu perjalanan lebih awal untuk menghindari risiko tertinggal kereta.

Baca Juga : Kayutangan Tertib, Semeru Macet: Penataan Parkir Masih jadi Pekerjaan Rumah

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menegaskan pentingnya perencanaan perjalanan, terutama bagi pelanggan yang akan berangkat dari Stasiun Malang selama rangkaian kegiatan Harlah NU berlangsung.

“Kami mengimbau seluruh pelanggan kereta api, khususnya yang akan berangkat dari Stasiun Malang pada 7 dan 8 Februari 2026, agar merencanakan perjalanan dengan baik menuju stasiun,” ungkap Mahendro, Rabu (4/2/2026).

“Hal ini penting untuk mengantisipasi keterlambatan akibat potensi kepadatan lalu lintas selama kegiatan berlangsung,” imbuh Mahendro.

Melihat sejumlah ruas jalan di sekitar pusat kota diperkirakan akan mengalami rekayasa lalu lintas hingga penutupan sementara. Beberapa jalur yang terdampak di antaranya Jalan Pahlawan Trip, Ijen, Retawu, Wilis, Semeru, Welirang, Lawu, Merapi, Buring, Guntur, Sumbing, serta kawasan Taman Slamet. Kondisi ini diperkirakan memengaruhi mobilitas kendaraan menuju Stasiun Malang.

Sebagai langkah alternatif, KAI menyarankan pelanggan mempertimbangkan keberangkatan melalui Stasiun Malang Kota Lama. Dari stasiun tersebut tersedia sejumlah layanan kereta jarak jauh, seperti KA Malabar, KA Matarmaja, KA Kertanegara, KA Brawijaya, KA Majapahit, hingga KA Malioboro Ekspres.

Meski berpotensi terjadi kepadatan di wilayah kota, KAI memastikan operasional perjalanan kereta api tetap berjalan sesuai jadwal. Pihaknya menegaskan komitmen untuk menjaga standar keselamatan dan kenyamanan penumpang selama masa kegiatan berlangsung.

Baca Juga : Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza Lolos Kurasi 125 Event Terbaik Karisma Event Nusantara

“Pada akhir pekan, Stasiun Malang melayani sekitar 2.700 sampai 3.000 pelanggan per hari dengan total 13 perjalanan kereta api yang berangkat setiap harinya. Karena itu, ketepatan waktu penumpang menjadi faktor penting agar perjalanan tetap lancar,” jelas Mahendro.

Selain melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, KAI Daop 8 Surabaya juga menyiapkan langkah antisipasi untuk memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap optimal di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat di Kota Malang.

Pihaknya juga mengimbau pelanggan untuk selalu memantau perkembangan informasi perjalanan melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi kai.id, Contact Center KAI 121, media sosial resmi KAI, maupun pengumuman di stasiun.

“Melalui langkah proaktif ini, kami ingin memastikan layanan perjalanan kereta api tetap andal. Kami juga mengajak pelanggan mematuhi arahan petugas di lapangan serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan,” tutup Mahendro.


Topik

Transportasi 1 Abad NU NU Nahdlatul Ulama kereta api stasiun kota malang Kota Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sidoarjo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Sri Kurnia Mahiruni