JATIMTIMES - Pencairan bantuan sosial Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap pertama periode Januari, Februari, dan Maret 2026 mulai bergulir di sejumlah daerah. Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dilaporkan sudah menerima saldo Rp 600.000 yang masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Informasi ini disampaikan kanal YouTube Cek Bansos pada Kamis (12/2/2026) pagi. Dalam tayangannya, disebutkan setelah pencairan melalui Bank BSI dan Bank Mandiri, kini penyaluran menyusul untuk penerima lewat Bank BRI. Dengan demikian, tinggal Bank BNI yang belum seluruhnya mencairkan tahap pertama ini.
Baca Juga : Harga Cabai di Kota Batu Meroket Jelang Ramadan, Sentuh Rp 100 ribu Per Kilogram
“Alhamdulillah kabar bahagia menghampiri kalian penerima bantuan BPNT tahap pertama. Alhamdulillah setelah Bank BSI dan Bank Mandiri, ada bank yang lain juga yang tercairkan mulai dari semalam sampai pagi hari ini.” jelas admin YouTube Cek Bansos, Kamis (12/2/2026).
Dalam penjelasannya, disebutkan bahwa pencairan kini mulai dilakukan melalui Bank BRI. KPM yang memiliki KKS lama maupun baru diminta untuk segera melakukan pengecekan saldo.
“Kalian yang mempunyai kartu KKS lama atau kartu KKS baru, silahkan sudah bisa melakukan pengecekan di kartu KKS-nya. Semoga ada rezeki bagi kalian,” ujarnya.
Menurutnya, hingga saat ini sudah ada tiga bank yang menyalurkan BPNT tahap pertama 2026, yakni BSI, Mandiri, dan BRI.
“Berarti sekarang kita akan mencari bantuan BPNT atau Sembako dari Bank BRI. Sudah ada 3 bank yang mencairkan BPNT, tinggal 1 bank lagi, yaitu dari Bank BNI yang insya Allah pun juga tidak akan lama lagi menyalurkan bantuan BPNT untuk tahap pertama,” jelasnya.
Saldo yang diterima KPM pada tahap ini sebesar Rp600.000 untuk alokasi Januari, Februari, dan Maret 2026.
Dalam tayangan tersebut, dibacakan sejumlah testimoni KPM dari berbagai daerah yang mengaku sudah menerima pencairan.
Beberapa wilayah yang disebut antara lain:
- Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara
- Muara Enim, Sumatera Selatan
- Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat
- Bandar Lampung, Provinsi Lampung
- Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat
- Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah
- Kota Makassar, Sulawesi Selatan
- Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Kalimantan Barat
- Tebing Tinggi, Sumatera Utara
- Kota Jambi, Provinsi Jambi
- Purbalingga, Jawa Tengah
- Demak, Jawa Tengah
- Sulawesi Tenggara
- Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat
- Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau
- Ketapang, Kalimantan Barat
- Medan, Sumatera Utara
- Palembang, Sumatera Selatan
Menurut admin kanal tersebut, saldo Rp600.000 sudah resmi masuk ke KKS dan bisa dicek melalui berbagai cara, termasuk BRImo, agen BRILink, maupun ATM.
Baca Juga : Pejalan Kaki Meninggal Ditabrak Pengendara Motor di Singosari saat Menyeberang Jalan
“Saldo senilai Rp600.000 memang sudah resmi masuk di kartu KKS-nya, baik melakukan pengecekan melalui Brimo Mobile Banking Bank BRI, melakukan pengecekan melalui agen-agen Bank Briling, atau melakukan langsung penarikan saldo di mesin ATM,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa proses penyaluran masih berada di tahap awal dan akan terus berlanjut hingga seluruh penerima mendapatkan haknya.
“Karena proses pencairan BPNT ini masih sangat awal sekali, masih panjang waktunya, jadi jika kalian yang belum tersarurkan, semoga saja masih ada rezeki karena proses penyaluran ini masih akan berlanjut sampai nanti 100% tersarurkan kepada keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia,” katanya.
Selain pencairan BPNT tahap pertama, kanal tersebut juga menyinggung bantuan pangan berupa beras dan minyak yang akan kembali disalurkan pada 2026.
Disebutkan, penerima bantuan pangan akan mendapatkan beras 20 kilogram serta minyak 4 liter. Kuota penerima pun disebut bertambah.
“Dan jumlahnya pun, untuk kuota penerima ini akan ditambah menjadi yang tadinya 33 juta, akan menjadi 35 juta penerima bantuan pangan di 2026,” ujar admin dalam tayangan tersebut.
Dengan mulai cairnya BPNT tahap pertama melalui Bank BRI, para KPM diimbau rutin mengecek saldo KKS masing-masing. Penyaluran dilakukan secara bertahap di berbagai daerah, sehingga bagi yang belum menerima diminta untuk menunggu proses distribusi berikutnya. Semoga informasi ini membantu ya.
