free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Nihil Kasus Perang Sarung di Awal Ramadan di Kota Malang, Polisi Waspadai Wilayah Ini

Penulis : Irsya Richa - Editor : Yunan Helmy

22 - Feb - 2026, 12:11

Placeholder
Ilustrasi perang sarung. (Foto: Pinterest)

JATIMTIMES - Memasuki hari keempat Ramadan, situasi Kota Malang terpantau kondusif dari aksi perang sarung yang kerap meresahkan. Namun di balik kondisi yang masih nihil kasus tersebut, Kecamatan Kedungkandang tetap menjadi fokus utama pengawasan Polresta Malang Kota.

Wilayah ini dipetakan sebagai titik paling rawan berdasarkan evaluasi pengamanan tahun lalu, sehingga patroli dan langkah antisipasi diperketat untuk mencegah potensi gangguan sejak dini. 

Baca Juga : Luncurkan Bazar Ramadan, Kelurahan Kaliombo Geliatkan UMKM Kota Kediri

Kepala Bagian Operasional Polresta Malang Kota Kompol Wiwin Rusli mengatakan bahwa kondisi ini menjadi hasil dari langkah antisipasi yang telah dilakukan sejak awal Ramadan, khususnya di wilayah yang masuk kategori rawan. “Alhamdulillah sejauh inu masih nihil kasus perang sarung di Kota Malang pada awal Ramadan,” kata Wiwin.

Ia menjelaskan, Kecamatan Kedungkandang sebelumnya menjadi perhatian khusus karena berdasarkan evaluasi tahun lalu, wilayah tersebut memiliki potensi kerawanan lebih tinggi dibandingkan kawasan lain. Karena itu, patroli rutin dan pengawasan intensif difokuskan di sejumlah titik yang kerap dijadikan lokasi berkumpulnya remaja pada malam hari.

Meski demikian, pengamanan tidak hanya terpusat di satu wilayah. Kepolisian tetap mengawasi seluruh kecamatan untuk memastikan situasi keamanan tetap terkendali.

“Berdasarkan informasi yang ada, daerah Kedungkandang (rawan perang sarung). Tetapi kami tetap memberikan atensi ke semua daerah yang masuk wilayah hukum Polresta Malang Kota,” tambah Wiwin, Minggu (22/2/2026).

Menurut dia, perang sarung tidak bisa dianggap sebagai permainan biasa. Selain berpotensi memicu perkelahian masal, aksi tersebut juga dapat membahayakan keselamatan, terutama jika sarung dimodifikasi dengan benda keras.

Untuk menjaga kondisi tetap aman, patroli dilakukan secara rutin, terutama setelah salat Tarawih hingga menjelang dini hari. Selain itu, bhabinkamtibmas juga aktif memberikan imbauan langsung kepada masyarakat dan kalangan remaja agar tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Baca Juga : Ragam Promo Spesial Ramadan, Bank Jatim Sediakan 65 Paket Ibadah Umrah

Wiwin berharap situasi kondusif ini bisa terus dipertahankan hingga akhir Ramadan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang. “Pada Ramadan ini, fokus melaksanakan ibadah seperti salat Tarawih atau Tadarus,” tutup Wiwin.

Untuk diketahui, perang sarung merupakan aktivitas saling memukul menggunakan sarung yang digulung, biasanya dilakukan oleh remaja, terutama saat bulan Ramadan setelah salat Tarawih atau menjelang sahur. Awalnya, perang sarung dikenal sebagai permainan tradisional untuk mengisi waktu luang.

Sarung digulung memanjang lalu digunakan seperti cambuk untuk mengenai lawan. Namun, dalam perkembangannya, perang sarung sering dianggap berbahaya karena di dalam sarung diisi benda keras seperti batu atau gir.


Topik

Peristiwa Perang sarung Kota Malang Polresta Malang Kota



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sidoarjo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy