free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Paparkan Hasil Survei IHK Februari 2026, BPS Bersama TPID Kota Kediri Lakukan Antisipasi Lonjakan Harga Saat Lebaran

Penulis : Eko Arif Setiono - Editor : Nurlayla Ratri

03 - Mar - 2026, 15:12

Placeholder
Pemkot Kediri menggelar pangan murah di pasar tradisional. (Ist)

JATINTIMES - Mendekati bulan suci Ramadan, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri melalui Berita Resmi Statistik (BRS) merilis hasil survei Indeks Harga Konsumen (IHK) Bulan Februari 2026 secara daring.

Disampaikan oleh Emil Wahyudiono, Kepala BPS Kota Kediri, pada bulan kedua tersebut Kota Kediri mengalami inflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,87 persen. Persentase tersebut lebih rendah dibanding yang terjadi di Jawa Timur yakni 0,95 persen akan tetapi berada di atas inflasi nasional yakni 0,68 persen.

Baca Juga : Wali Kota Blitar Launching SPPG Cik Ditiro, Perkuat Pemberdayaan Warga dan Standar Layanan Gizi Sekolah

Ia juga merangkum catatan peristiwa pada Bulan Februari yang berpengaruh terhadap fluktuasi harga beberapa komoditas, di antaranya: penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi pada 1 Februari 2026, antara lain: kenaikan harga cabai rawit dan cabai merah akibat keterbatasan pasokan akibat pengaruh cuaca ekstrem, daging ayam ras dan telur ayam ras juga mengalami kenaikan harga akibat tingginya permintaan menjelang awal bulan puasa.

Sebaliknya, tarif angkutan udara mengalami penurunan harga setelah sempat meroket pada Desember 2025. Sementara itu, harga emas perhiasan masih bertengger di puncak sebagai dampak dari kondisi perekonomian global dan konflik geopolitik.

Pada kesempatan itu, Emil merinci beberapa beberapa komoditas yang menjadi pendorong inflasi m-to-m Kota Kediri, sebagai berikut: cabai rawit memberikan andil sebesar 0,32 persen; daging ayam ras 0,17 persen; emas perhiasan 0,16 persen; telur ayam ras 0,06 persen; bawang merah 0,05 persen; cabai merah 0,04 persen; pisang, semangka, Sigaret Kretek Mesin (SKM) 0,03 persen; dan beras 0,02 persen. 

Sedangkan komoditas yang menjadi penahan inflasi: bensin deflasi sebesar -0,05 persen; kelapa -0,02 persen; minyak goreng, kangkung, angkutan udara, jeruk, alpukat, kembang kol, wortel, dan apel -0,01 persen.

Guna mengantisipasi terjadinya lonjakan harga di Bulan Maret, BPS Kota Kediri memberikan imbauan terkait beberapa hal yang perlu diwaspadai serta sebagai masukan bagi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri. 

“Perlu diperhatikan ketersediaan beberapa komoditas: beras, daging ayam ras, telur ayam ras, dan komoditas bahan pangan lainnya selama bulan Ramadan hingga menjelang Idhul Fitri. Biasanya akan terjadi kenaikan permintaan pada momen ini,” jelasnya. 

Dirinya juga mewaspadai terhadap harga BBM yang kemungkinan akan mengalami penyesuaian harga mengingat konflik geopolitik sangat berpengaruh terhadap harga minyak dunia.

Baca Juga : Puluhan Peserta Bakal Ramaikan Kontes Lele Lamongan di Ramadan Meriah

Menurutnya situasi tersebut akan berpengaruh terhadap harga emas perhiasan yang kemungkinan akan mengalami kenaikan. Di samping itu, pada momentum Idhul Fitri harga tarif transportasi umum juga memungkinkan mengalami penyesuaian harga sebagai efek dari ada atau tidaknya intervensi pemerintah melalui kebijakan tarif angkutan umum.

Di lain kesempatan, Bambang Tri Lasmono, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Kota Kediri sekaligus selaku Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjelaskan bahwa menyikapi tingginya harga cabai rawit saat ini, disebabkan karena faktor cuaca. 

Untuk pengendalian inflasi di bulan Ramadhan dan jelang Idul Fitri, TPID Kota Kediri mengambil beberapa langkah strategis melalui High Level Meeting (HLM) yang di pimpin langsung oleh Walikota untuk dapat mengidentifikasi dalam menyusun kebijakan pengendalian inflasi, salah satunya pengendalian harga cabai rawit, sebagai upaya pengendalian harga komoditas bahan pangan TPID juga melakukan intervensi dengan menggelar Gerakan Pangan Murah secara rutin di pasar. 

"Hal ini diharapkan sebagai upaya intervensi agar dapat menstabilkan harga komoditas sehingga inflasi Kota Kediri terkendali" pungkasnya.

Ia turut mengimbau kepada masyarakat agar tetap berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan serta tidak panic buying mengingat saat mendekati hari raya Idhul Fitri kebutuhan masyarakat cenderung mengalami peningkatan.


Topik

Pemerintahan kediri inflasi indeks harga konsumen tpid kota kediri



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sidoarjo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Eko Arif Setiono

Editor

Nurlayla Ratri