free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Wacana Gentengisasi Dibiayai APBN, Data DPKPCK: Masih Ada Atap Rumah Non-Genteng di Kabupaten Malang

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : A Yahya

06 - Mar - 2026, 19:06

Placeholder
Prabowo Subianto saat melaksanakan kunjung kerja ke Kabupaten Malang pada beberapa waktu lalu. (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang siap ambil andil dalam menyukseskan program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang hingga kini masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Pemerintah Pusat mengenai realisasi program gentengisasi tersebut.

Sekretaris DPKPCK Kabupaten Malang Johan Dwijo Saputro menyebut, saat ini di Kabupaten Malang memang masih ada beberapa atap rumah warga yang tidak menggunakan genteng. Yakni rumah-rumah warga yang masih menggunakan seng maupun galvalum di bagian atapnya.

Baca Juga : Jajaki Skema KPBU untuk Penataan Pasar Besar, Pemkot Malang Sambat ke Kemenkeu

"Sekarang kan banyak yang galvalum dan macam-macamnya, ini kan faktornya ada banyak sekali. Jadi kita tunggu saja nanti seperti apa petunjuknya," ujarnya saat memberikan konfirmasinya ketika ditemui awak media pada beberapa waktu lalu.

Meski tidak merinci ada berapa jumlahnya, namun, disampaikan Johan, terdapat beberapa faktor kenapa sebagian atap rumah di Kabupaten Malang masih belum menggunakan genteng. Terutama yang masih menggunakan galvalum.

Jika merunut pada perizinan perumahan, di tahun-tahun sebelumnya memang tidak detail membahas hingga penggunaan material pada bangunan atap. Sehingga faktor itulah yang membuat masih ditemukannya atap non-genteng di Kabupaten Malang.

"Kalau perizinan yang kami keluarkan tidak termasuk material yang dipakai, genteng (atap, red) harus seperti apa kan tidak detail seperti itu," imbuhnya.

Jika merujuk pada perkembangan sejumlah pemberitaan, program gentengisasi hanya menyasar atap rumah yang masih menggunakan seng. Meski demikian, itu masih menjadi pembahasan awal.

Artinya, masih dimungkinkan mengalami perubahan mengingat setidaknya hingga saat ini belum ada konfirmasi lebih lanjut mengenai petunjuk pelaksanaan (juklak) maupun petunjuk teknis (juknis) ihwal realisasi program gentengisasi. Khususnya di tingkat daerah yang meliputi kabupaten/kota.

"Soalnya kalau mengubah dari atap galvalum ke genteng kan sangat banyak sekali, sehingga masih banyak yang perlu di kaji. Namun kami mendukung semua program dari Bapak Presiden Prabowo. Jadi kita tunggu saja juklak-juknisnya," pungkasnya.

Baca Juga : Transportasi Tradisional Naik Kelas, Wali Kota Blitar Serahkan 200 Becak Listrik Program Presiden Prabowo

Sebagaimana diketahui, program gentengisasi tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam rapat koordinasi nasional (rakornas) pemerintah pusat dan daerah. Yakni yang diselenggarakan di Sentul, Jawa Barat pada awal Februari 2026 lalu.

Pada saat itu, kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh seluruh jajaran Forkopimda termasuk dari Kabupaten Malang. Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga meluncurkan program Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, indah) sebagai gerakan nasional. Tujuannya untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata.

Pada program tersebut, Presiden Prabowo turut menyoroti mengenai masih banyaknya rumah di Indonesia yang atapnya terbuat dari seng. Sehingga Presiden Prabowo ketika itu meminta agar seluruh atap dari seng bisa diganti dengan genteng. Tujuannya agar lebih indah dan tidak banyak menyerap panas.

Di sisi lain, pada sejumlah sumber pemberitaan menyebut, program gentengisasi akan dibiayai pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sementara itu, dalam pernyataannya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut, anggaran program gentengisasi yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut tak lebih dari Rp 1 triliun.

"Gentengisasi enggak sampai Rp 1 triliun," ungkap Purbaya di Jakarta dikutip dari pemberitaan Antara.


Topik

Pemerintahan Gentengisasi jihan dwijo saputro dpkpck Kabupaten Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sidoarjo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

A Yahya