free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Ekonomi

Preloved Geser Tren Thrifting? Intip Fenomena Pasar Loak Digital di Media Sosial Anak Muda Malang

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Nurlayla Ratri

19 - Mar - 2026, 13:34

Placeholder
Ilustrasi. Seorang remaja di Kota Malang mendapati promosi produk preloved atau bekas pribadi berupa pakaian atau barang lain. (Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Menjelang Idulfitri 1447 H, tren jual beli baju preloved atau koleksi pribadi di media sosial warga Malang Raya kini kian menjamur. Cara ini menjadi solusi cerdas berburu baju Lebaran berkualitas tanpa menguras kantong. 

Fenomena preloved baju ini juga menyusul kebijakan pemerintah yang memperketat keran impor baju bekas (thrifting). Hal ini menunjukkan kreativitas untuk tetap tampil modis dengan budget miring.

Baca Juga : THR Anak Cepat Habis? Ini Cara Mengatur Angpau Lebaran Anak Menurut Psikolog dan Perencana Keuangan

Bukan sekadar menjual, banyak warganet kini memanfaatkan platform digital sebagai pasar loak personal. Prinsipnya unik: baju Lebaran tahun lalu, menjadi modal untuk baju baru tahun ini.

Hanifia Erma, salah satu pelaku tren asal Kecamatan Blimbing, mengaku mulai rutin memilah isi lemarinya untuk dipasarkan secara online. Banyak koleksinya yang masih dalam kondisi 90 persen namun hanya berakhir menjadi pajangan.

"Rata-rata dulu belinya mahal, tapi hanya dipakai saat salat Id saja, setelah itu jarang dipakai harian. Daripada menumpuk, lebih baik saya lepas dengan harga miring. Hasilnya bisa diputar lagi untuk beli model baru di marketplace," ujar Hanifia, Kamis (19/3/2026).

Fenomena serupa dirasakan Rena Dwita, seorang mahasiswi di Kota Malang. Baginya, berburu baju preloved melalui unggahan media sosial jauh lebih efektif dan personal daripada berkeliling mal. Bahkan, Rena kerap melakukan sistem barter dengan sesama pengguna yang memiliki selera serupa.

"Caranya simpel, tinggal difoto, buat kesepakatan, kalau cocok kondisinya langsung bungkus," tambahnya.

Baca Juga : Targetkan 40 Dapur Gizi Beroperasi, Pemkot Batu Akselerasi Infrastruktur SPPG

Di tengah ketatnya aturan baju bekas impor, kata dia preloved lokal ini dirancang cukup masuk akal. Kini, media sosial tidak lagi sekadar menjadi ajang pamer foto kegiatan. Platform digital telah bertransformasi menjadi ruang transaksi yang lebih tertata.

"Kualitasnya terjamin karena pemakaian pribadi, tapi harganya sangat bersahabat untuk kantong pelajar. Sebab, tidak harus selalu baru dari toko, lenih pintar-pintar dalam mengelola koleksi yang ada aja," ungkap Rena.


Topik

Ekonomi preloved baju malang tren preloved koleksi pribadi thrifting baju impor



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sidoarjo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Nurlayla Ratri