Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Kasus Bunuh Diri di Jembatan Cangar, Warga Pasang Banner Cegah Tragedi Berulang

Penulis : Irsya Richa - Editor : Yunan Helmy

29 - Apr - 2026, 12:18

Placeholder
Fandy Alfian saat memasang banner di Jembatan Cangar. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Aksi kreatif sekaligus penuh kepedulian dilakukan kreator konten Fandy Alfian dengan memasang banner di kawasan Jembatan Cangar, Kota Batu. Lokasi tersebut belakangan ini kerap menjadi sorotan karena sejumlah kasus bunuh diri. 

Banner yang dipasang Fandy memberikan ajakan agar tidak merasa sendiri yang berujung bunuh diri.

Baca Juga : Ternyata Ada Nabi dan Sahabat yang Pernah Menunda Haji Selama Empat Tahun

Langkah tersebut bukan tanpa alasan. Fandy melihat dalam beberapa pekan terakhir, di Jembatan Cangar kerap terjadi kasus tragis. Bahkan, dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, terjadi sedikitnya dua peristiwa bunuh diri di lokasi yang sama dengan pola serupa, yakni korban datang seorang diri sebelum akhirnya melompat ke jurang di bawah jembatan.

Kasus pertama terjadi pada akhir Maret 2026, melibatkan seorang pria muda berusia 24 tahun asal Mojokerto. Selang beberapa minggu kemudian, pada 23 April 2026, seorang pria berinisial DPW (24) asal Lumajang ditemukan meninggal dunia di dasar sungai setelah diduga melompat dari jembatan tersebut.

Peristiwa berulang ini membuat Jembatan Cangar disebut sebagai salah satu titik rawan. Bahkan, aparat dan pemerintah daerah mulai mengambil langkah antisipasi seperti peningkatan patroli hingga rencana pemasangan pagar pengaman dan CCTV guna mencegah kejadian serupa terulang.

Tak hanya itu. Fenomena ini juga menimbulkan kekhawatiran akan efek “peniruan” atau suicide contagion.  Dikhawatirkan kasus yang terjadi berulang dalam waktu dekat berpotensi memicu tindakan serupa oleh orang lain.

Di tengah situasi tersebut,  Fandy Alfian memilih pendekatan berbeda. Ia memasang banner berisi pesan sederhana namun menyentuh, seperti ajakan untuk tidak bunuh diri dan membuka ruang curhat secara gratis, khususnya bagi laki-laki yang sering memendam masalah sendiri.

“Banyak laki-laki itu diam, padahal mereka juga butuh didengar. Banner ini cuma pengingat, kalau mereka nggak sendirian dan masih ada yang mau dengerin,” kata Fandy.

Baca Juga : Analis SAR Respons Soal Usulan Menteri PPA yang Pindah Gerbong Wanita di Tengah

Baginya, pendekatan emosional yang sederhana justru lebih mudah menyentuh mereka yang sedang berada di titik terendah. “Kadang orang cuma butuh ditemani, diajak ngobrol. Nggak harus selalu solusi besar. Yang penting jangan sampai ngerasa sendirian,” tambahnya.

Aksi ini pun mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak yang menilai langkah kecil tersebut bisa menjadi rem darurat bagi siapa saja yang sedang berada dalam kondisi mental yang rapuh.

Mengingat fenomena di Jembatan Cangar sekaligus menjadi pengingat bahwa isu kesehatan mental, terutama pada laki-laki, masih menjadi persoalan serius. Di tengah meningkatnya kasus, upaya pencegahan tidak hanya bergantung pada kebijakan dan infrastruktur, tetapi juga kepedulian sosial dari sesama.


Topik

Peristiwa Jembatan Cangar cegah bunuh diri Fandy Alfian kreator konten



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sidoarjo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa