Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

6 Jemaah Haji dari Jawa Timur Meninggal Dunia di Tanah Suci

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

14 - May - 2026, 18:06

Placeholder
Ilustrasi jemaah haji. (Foto: Mistar.id)

JATIMTIMES - Sebanyak enam jemaah haji asal Embarkasi Surabaya dilaporkan meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji 2026 di Arab Saudi. Selain itu, dua calon jemaah lainnya wafat sebelum sempat berangkat ke Tanah Suci.

Mayoritas jemaah yang meninggal dunia disebut mengalami gangguan jantung dan pernapasan yang dipicu kelelahan serta cuaca panas ekstrem di Arab Saudi. Suhu udara di Makkah dan Madinah saat ini disebut mencapai 38 hingga 44 derajat Celsius.

Baca Juga : Angka Laka Lantas di Kota Malang Naik, Tujuh Orang Tewas Sepanjang April

Data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya hingga 14 Mei 2026 mencatat, tiga jemaah yang wafat berasal dari Kabupaten Pasuruan.

Mereka yakni Komariyah (85), jemaah asal Pasuruan yang meninggal dunia di Madinah pada 26 April 2026. Kemudian Abdul Wahid dari Kloter 7 asal Pasuruan yang wafat di Makkah pada 7 Mei 2026.

Lalu Jumaiyah binti Abdul Ghofur dari Kloter 6 asal Pasuruan yang meninggal dunia di Makkah pada 13 Mei 2026. Selain itu, seorang jemaah dari kloter awal asal Jombang juga dilaporkan meninggal sesaat setelah tiba di Bandara Jeddah pada 9 Mei 2026.

Dua jemaah lainnya yang terkonfirmasi wafat di Arab Saudi diketahui merupakan jemaah lansia dan masuk kategori risiko tinggi saat menjalani perawatan medis.

Sementara itu, dua calon jemaah haji lainnya meninggal dunia sebelum keberangkatan. Mereka adalah Tini Atmin (56), calon jemaah asal Kloter 43 Kabupaten Gresik. Tini meninggal dunia akibat sakit jantung saat menjalani perawatan di RSUD Haji Surabaya pada 14 Mei 2026.

Selain itu ada Abdul Kohar dari Kloter 6 asal Pasuruan yang meninggal dunia di daerah asal setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan menjelang jadwal keberangkatan.

PPIH Embarkasi Surabaya mengimbau seluruh jemaah haji untuk lebih menjaga kondisi fisik selama berada di Tanah Suci. Cuaca panas ekstrem disebut menjadi tantangan serius, terutama bagi jemaah lanjut usia dan yang memiliki penyakit bawaan. "Kami meminta jemaah memperbanyak istirahat, menjaga asupan cairan, memakai alat pelindung diri, serta selalu membawa kartu nusuk saat beraktivitas di area Masjidil Haram," demikian imbauan petugas haji.

Baca Juga : Daftar Film Bioskop Surabaya-Malang saat Long Weekend, Lengkap dengan Jadwal Tayang

Petugas medis juga meminta jemaah membatasi aktivitas di luar ruangan, khususnya pada siang hari saat suhu di Makkah dan Madinah mencapai puncaknya.

Selain menjaga pola istirahat dan konsumsi air, jemaah diimbau menggunakan payung, masker, serta tidak memaksakan diri saat menjalankan ibadah sunnah di luar hotel.

Cuaca panas yang mencapai 44 derajat Celsius di Makkah disebut berisiko memicu dehidrasi hingga kelelahan berat apabila jemaah tidak menjaga kondisi tubuh dengan baik.

PPIH Embarkasi Surabaya juga terus melakukan pemantauan kesehatan jemaah, terutama kelompok lansia dan risiko tinggi, selama proses ibadah haji berlangsung di Arab Saudi.


Topik

Peristiwa embaarkasi surabaya bpihh embarkasi surabaya makkah jemaah haji jatim



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sidoarjo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya