Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Rupiah Melemah, Ini Langkah Sederhana yang Bisa Dilakukan Masyarakat untuk Bantu Ketahanan Ekonomi

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

15 - May - 2026, 16:31

Placeholder
Ilustrasi uang rupiah dan dolar. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah masih berada di level tinggi. Berdasarkan data pasar, rupiah berada di kisaran Rp 17.575 per dolar AS. Posisi ini berada di atas asumsi nilai tukar dalam APBN 2026 yang dipatok sekitar Rp 16.500 per dolar AS.

Pelemahan rupiah ini terjadi di tengah penguatan dolar AS secara global, yang dipengaruhi kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve), ketidakpastian geopolitik, serta arus modal internasional yang masih fluktuatif di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Baca Juga : Wali Kota Mas Ibin Ajak Warga Lestarikan Tradisi lewat Kirab Jaranan Bersih Desa Kelurahan Blitar

Di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) tetap melakukan berbagai langkah stabilisasi nilai tukar melalui intervensi pasar valas, pengelolaan suku bunga, serta penguatan cadangan devisa. Namun, tekanan global membuat rupiah masih bergerak fluktuatif.

Pelemahan rupiah menjadi perhatian karena dapat berdampak pada berbagai sektor ekonomi. Mulai dari kenaikan harga barang impor, biaya produksi industri, hingga tekanan terhadap daya beli masyarakat.

Sektor yang paling terdampak biasanya adalah industri yang bergantung pada bahan baku impor, energi, serta barang konsumsi tertentu. Meski begitu, eksportir justru bisa mendapatkan keuntungan karena pendapatan dalam dolar AS menjadi lebih besar saat dikonversi ke rupiah.

Peran Masyarakat dalam Menjaga Ketahanan Ekonomi

Meski penguatan atau pelemahan rupiah terutama dipengaruhi faktor global dan kebijakan moneter, masyarakat tetap memiliki peran tidak langsung dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik.

Peran tersebut lebih mengarah pada penguatan ekonomi dalam negeri, bukan menentukan nilai tukar secara langsung.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:

1. Mengutamakan Produk Lokal

Membeli produk dalam negeri membantu memperkuat industri nasional dan menjaga perputaran uang di dalam negeri. Ketika permintaan produk lokal meningkat, pelaku usaha domestik lebih kuat menghadapi tekanan ekonomi global.

2. Mengurangi Ketergantungan Barang Impor

Barang impor cenderung lebih mahal saat rupiah melemah karena dibeli dengan dolar AS. Dengan mengurangi konsumsi barang impor yang tidak esensial, masyarakat turut membantu menekan permintaan valuta asing di pasar domestik.

3. Menabung dan Berinvestasi di Instrumen Dalam Negeri

Instrumen seperti obligasi negara, deposito, dan saham perusahaan Indonesia membantu menjaga likuiditas pasar keuangan domestik. Hal ini juga mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

Baca Juga : Apa Itu Kejahatan Kerah Putih? Ini Dugaan yang Menjerat Nadiem Makarim dalam Kasus Chromebook

4. Bijak dalam Membeli Valuta Asing

Pembelian dolar secara berlebihan saat rupiah melemah dapat meningkatkan tekanan di pasar. Karena itu, masyarakat disarankan membeli valas hanya untuk kebutuhan yang benar-benar diperlukan, seperti pendidikan atau perjalanan luar negeri.

5. Mendukung UMKM

UMKM menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Dengan membeli produk UMKM, masyarakat membantu menjaga lapangan kerja serta memperkuat ekonomi daerah agar tetap stabil di tengah tekanan global.

6. Mengatur Pengeluaran dan Konsumsi Energi

Efisiensi pengeluaran rumah tangga dan penggunaan energi membantu menjaga stabilitas keuangan keluarga. Mengingat sebagian energi masih bergantung pada impor, penghematan juga berdampak pada pengurangan tekanan impor nasional.

7. Tidak Mudah Terpengaruh Isu Ekonomi yang Tidak Valid

Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, informasi yang tidak terverifikasi dapat memicu kepanikan pasar. Masyarakat diimbau untuk mengikuti informasi resmi dari Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan lembaga statistik nasional.

Pelemahan rupiah mencerminkan dinamika ekonomi global yang sedang berlangsung, bukan semata-mata kondisi domestik. Meski demikian, stabilitas ekonomi nasional tetap dapat diperkuat melalui kombinasi kebijakan pemerintah, stabilisasi Bank Indonesia, serta peran masyarakat dalam memperkuat ekonomi dalam negeri.

Dengan pola konsumsi yang lebih bijak dan dukungan terhadap produk lokal, ketahanan ekonomi Indonesia diharapkan tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.


Topik

Ekonomi nili tukar rupiah bank indonesia apbn 2026



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sidoarjo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya