Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Jangan Asal Cuci Daging Kambing Kurban, Begini Cara yang Benar

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : A Yahya

21 - May - 2026, 16:53

Placeholder
Ilustrasi potret pemotongan daging kurban Idul Adha. (Foto: visit Lumajang)

JATIMTIMES - Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah tinggal menghitung hari. Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia telah menetapkan Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Momen Lebaran Haji identik dengan pembagian daging kurban, mulai dari sapi hingga kambing. Namun setiap tahun, pertanyaan yang sama kembali muncul di tengah masyarakat, daging kambing sebenarnya perlu dicuci atau tidak sebelum dimasak?

Baca Juga : DPRD Situbondo Rampungkan Dua Ranperda Strategis, Bahas Kawasan Tanpa Rokok hingga Penataan Desa

Sebagian orang memilih mencuci daging karena dianggap lebih bersih dan bisa mengurangi bau prengus. Namun di sisi lain, ada pula yang menyebut mencuci daging mentah justru tidak dianjurkan karena bisa memicu penyebaran bakteri di dapur.

Lalu, mana yang benar?

Mengacu pada penjelasan lembaga keamanan pangan Amerika Serikat, USDA Food Safety and Inspection Service (FSIS), daging mentah sebenarnya tidak disarankan dicuci menggunakan air.

Alasannya, percikan air dari proses pencucian bisa menyebarkan bakteri ke berbagai permukaan dapur, mulai dari wastafel, meja, talenan, pisau, hingga bahan makanan lain.

Bakteri seperti Salmonella dan E. coli juga tidak otomatis hilang hanya karena terkena air biasa. Kuman justru lebih efektif mati saat daging dimasak dengan suhu yang cukup matang.

Karena itu, risiko terbesar dari mencuci daging mentah adalah kontaminasi silang di area dapur.
Meski begitu, kondisi daging kurban di lapangan sering kali berbeda. Terutama saat proses pemotongan dilakukan massal atau di area terbuka.

Jika terdapat darah berlebih, pasir, debu, atau kotoran lain yang menempel, daging kambing tetap boleh dicuci seperlunya menggunakan air mengalir.

Begitu selesai dicuci, daging sebaiknya langsung ditiriskan dan segera dimasak. Jangan membiarkan daging terlalu lama dalam kondisi basah karena kelembapan dapat mempercepat pertumbuhan bakteri.

Kesalahan yang cukup sering dilakukan masyarakat adalah mencuci seluruh daging kurban sebelum dimasukkan ke kulkas atau freezer.

Padahal, air yang menempel di permukaan daging justru bisa mempercepat penurunan kualitas daging. Daging menjadi lebih cepat berubah warna, berbau, hingga memengaruhi tekstur saat dimasak.

Karena itu, jika daging belum akan diolah, lebih baik simpan dalam kondisi kering tanpa dicuci terlebih dahulu.

Supaya lebih awet dan tetap segar, ada beberapa cara penyimpanan yang dianjurkan:
• Simpan daging dalam kondisi kering
• Pisahkan daging sesuai kebutuhan memasak
• Gunakan plastik food grade atau wadah kedap udara
• Simpan di chiller untuk konsumsi 1-2 hari
• Simpan di freezer untuk penyimpanan lebih lama
• Hindari membiarkan daging terlalu lama di suhu ruang

Baca Juga : Kabar Baik! PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Listrik Diskon 50 Persen, Berlaku hingga 2 Juni 2026

Semakin lama daging mentah berada di suhu ruang, risiko pertumbuhan bakteri juga semakin tinggi.

Banyak orang mengira bau prengus pada daging kambing bisa hilang setelah dicuci. Padahal, bau khas kambing umumnya berasal dari lemak dan usia hewan, bukan karena daging kotor.

Bahkan, mencuci daging terlalu sering justru bisa membuat aroma prengus semakin kuat dan tekstur daging berubah.

Untuk mengurangi bau kambing, cara yang lebih efektif adalah menggunakan bahan alami dan rempah-rempah saat proses pengolahan.

Beberapa bahan yang biasa dipakai antara lain:
• Jeruk nipis
• Jahe
• Serai
• Daun salam
• Rempah-rempah lain
• Teknik perebusan tertentu

Selain membantu mengurangi aroma prengus, rempah juga membuat olahan daging kambing terasa lebih gurih.

Pada akhirnya, mencuci daging kambing bukan hal wajib dan tidak selalu menjadi pilihan terbaik.

Jika kondisi daging terlihat bersih dan belum akan dimasak, daging bisa langsung disimpan tanpa dicuci. 

Namun bila ada kotoran yang menempel atau daging langsung diolah, mencuci seperlunya masih diperbolehkan.

Hal paling penting justru menjaga kebersihan dapur, menghindari kontaminasi silang, serta memastikan daging dimasak hingga matang sempurna agar aman dikonsumsi saat Idul Adha nanti. Semoga informasi ini membantu ya. 


Topik

Serba Serbi iduladha cara cuci daging daging kurban



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sidoarjo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

A Yahya