Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Muhadjir Effendy Minta Warga Sabar Soal Lemahnya Rupiah, Sebut Prabowo Sedang Lakukan Transformasi Ekonomi Radikal

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Nurlayla Ratri

12 - Jun - 2026, 19:37

Placeholder
Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis dan Industri Halal Muhadjir Effendy saat ditemui di lokasi lahan pembangunan pabrik infus Suryavena di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Kamis (11/6/2026). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis dan Industri Halal Muhadjir Effendy turut menanggapi kondisi rupiah yang melemah dan naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Dia menyebut bahwa saat ini masyarakat dituntut untuk bersabar menunggu terjadinya new normal ekonomi. 

Di mana pada Jumat (12/6/2026) hari ini, kondisi rupiah masih terlihat lemah atas dollar Amerika Serikat. Yakni, dilansir dari morningstar.com, kondisi rupiah berada di angka Rp 17.848 per satu dollar Amerika Serikat. 

Baca Juga : Subandi dan Mimik Idayana Kompak Percantik Kabupaten Sidoarjo dengan Tanam Ribuan Pohon

Muhadjir Effendy mengatakan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada pada fase krisis. Pasalnya, Presiden RI Prabowo Subianto sedang melakukan proses transformasi ekonomi secara radikal. 

"Dari postur yang seperti biasa yang selama ini kita jalani menuju ke sistem ekonomi konstitusi, yaitu ekonomi yang berlandaskan Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 seperti yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo," ungkap Muhadjir kepada JatimTIMES.

Menurutnya, Presiden RI Prabowo Subianto sedang menyiapkan langkah-langkah untuk melakukan lompatan besar menuju ekonomi yang sesuai dengan rel konstitusi. "Jadi, Presiden Prabowo ini sedang berupaya untuk melakukan lompatan besar menuju ke ekonomi yang sesuai dengan rel konstitusi, yaitu Pasal 33 UUD 1945. Tentu saja untuk menuju ke sana, itu pasti ada anomali dan ada krisis. Jadi ini sebetulnya kita memasuki fase krisis," tutur Muhadjir. 

Pejabat publik yang juga menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji ini menyebut, kondisi rupiah anjlok, dollar yang semakin meningkat dan harga saham-saham yang semakin bermasalah ini merupakan beberapa hal yang menandai masa krisis ekonomi

Ia pun meminta agar masyarakat Indonesia lebih bersabar lagi dalam menghadapi masa krisis ekonomi. Terlebih lagi kondisi krisis ekonomi ini membuat segala aspek kehidupan juga turut terdampak dan memunculkan gelombang protes dari masyarakat. 

Baca Juga : BI Malang Ungkap Penjualan Eceran Anjlok pada Mei 2026, Daya Beli Warga Mulai Melemah?

"Ini kesabaran masyarakat sangat dituntut ya, menjadi persyaratan mutlak agar kita bersabar menunggu terjadinya new normal. Jadi, apa itu new normal economy, yaitu ekonomi konstitusi, ekonomi yang berlandaskan kepada Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Saya kira itu yang selalu disampaikan oleh Presiden Prabowo," kata Muhadjir. 

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini menuturkan, kesabaran masyarakat saat ini menjadi taruhan mutlak di tengah kondisi ekonomi yang membuat tidak nyaman. Pihaknya pun mengajak seluruh masyarakat berdoa agar kondisi anomali dan krisis ekonomi ini segera berlalu, serta dapat sampai menuju new normal economy atau ekonomi normal baru yang sesuai dengan amanat konstitusi.

Disinggung mengenai potensi peristiwa di tahun 1998 jilid dua akankah terjadi, Muhadjir mengira hal itu tidak akan terjadi. "Saya kira tidak lah dan kita berharap jangan sampai terjadi. Dan saya kira faktornya juga berbeda. Tadi itu, ini saya kira sebetulnya menuju ke normal baru. Insyaallah tidak terjadi lagi," pungkas Muhadjir. 


Topik

Ekonomi muhadjir effendy rupiah lemah krisis ekonomi prabowo transformasi ekonomi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sidoarjo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Nurlayla Ratri

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi