JATIMTIMES - Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib mendorong delegasi dari Universitas Al-Qolam yakni Muhammad Khofi mengangkat isu Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di ajang International Conference Santri Mendunia #Batch 6 Chapter Malaysia, Singapura dam Thailand pada Agustus 2026 mendatang.
Hal itu disampaikan Lathifah saat menerima audiensi Khofi yang didampingi Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam Universitas Al-Qolam Abdul Rofiq di Pringgitan Pendapa Agung Kabupaten Malang bersama jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.
Baca Juga : Jurus Jitu untuk Kuliah ke Luar Negeri
Pejabat perempuan yang pernah duduk sebagai Anggota DPR RI itu secara khusus meminta Khofi membawa isu yang menurutnya tengah menjadi perhatian di Kabupaten Malang, yakni fenomena LGBT yang dinilai mulai berkembang hingga ke wilayah kabupaten dan memunculkan keresahan di sebagian masyarakat.
"Saya titipkan terkait isu LGBT ini agar dibawa ke ranah internasional. Antara Indonesia dan Malaysia hampir sama terkait pegangan agamanya dan budayanya yakni Melayu. Kemudian yang tidak begitu memperhatikan masalah agama yakni Singapura dan Thailand," ungkap Lathifah, Kamis (9/7/2026).
Menurutnya, forum internasional tersebut dapat menjadi ruang untuk bertukar pandangan mengenai isu sosial dengan peserta dari Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand. Ia menilai setiap negara memiliki latar belakang budaya, norma dan pendekatan yang berbeda sehingga diskusi tersebut dapat memperkaya perspektif para peserta.
Ia menegaskan, dari sudut pandang yang dianutnya sebagai seorang muslim, LGBT tidak sejalan dengan ajaran Islam. Karena itu, ia berharap pembahasan mengenai isu tersebut tetap mempertimbangkan nilai agama, norma sosial, serta budaya yang berkembang di masing-masing negara.
"Bagaimana pendapat dari para pemuda baik dari Indonesia, Malaysia, Thailand dan Singapura, terkait sudut pandangnya dalam menanggapi keberadaan LGBT dengan batasan norma dan agama. Kalau sebagai muslim jelas LGBT ini tidak sesuai dengan norma agama Islam. Dan bagi masyarakat beragama manapun, masyarakat juga sebagian besar tidak menerima terkait dengan LGBT," jelas Lathifah.
Selain membawa aspirasi daerah ke forum internasional, Khofi juga diminta menyampaikan hasil konferensi setelah kembali ke Kabupaten Malang. Pemerintah daerah berharap pengalaman, wawasan, dan jejaring yang diperoleh dapat dibagikan kepada generasi muda lainnya melalui berbagai kegiatan kepemudaan.
Baca Juga : 10 Kampus Swasta Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2026, Ada Kampus Incaranmu?
Lathifah memastikan Pemkab Malang akan mengoordinasikan dukungan lanjutan melalui organisasi perangkat daerah yang memiliki kewenangan di bidang pengembangan kepemudaan. Langkah itu diharapkan mampu memperkuat peran pemuda Kabupaten Malang agar semakin aktif berkiprah, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Pihaknya menegaskan, Pemkab Malang memandang keterlibatan generasi muda dalam forum internasional sebagai investasi penting untuk mencetak calon pemimpin masa depan. Karena itu, pemerintah daerah siap mendorong pemuda berprestasi agar mampu membawa nama daerah di tingkat global.
"Pemuda adalah calon pemimpin masa depan. Mereka harus diberi ruang untuk berkembang, mengasah kapasitas, dan menunjukkan potensi yang dimiliki di forum internasional," pungkas Lathifah.
