free web hit counter
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hiburan, Seni dan Budaya

Bocah-Bocah di Banyuwangi Belajar Menganyam Ketupat, Lestarikan Tradisi dan Budaya

Penulis : Nurhadi Joyo - Editor : Yunan Helmy

24 - Mar - 2025, 18:53

Placeholder
Anak-anak Sanggar Nampani belajar membuat ketupat di Dusun Rejopuro, Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. (Istimewa)

JATIMTIMES - Menyantap  menu ketupat merupakan hidangan khas  saat Lebaran Idul Fitri. Namun, tahukah Anda bagaimana cara pembuatan ketupat serta apa filosofi dan makna mendalam di balik hidangan khas ini?

Bagi masyarakat Jawa, menu ketupat bukan sekadar makanan, melainkan simbol sebuah filosofi yang kaya akan makna.

Baca Juga : Tradisi Unik Lebaran di Berbagai Negara, Ada Yang Dirayakan sampai 3 Hari

"Ketupat" atau "kupat" dalam bahasa Jawa merupakan kependekan dari "ngaku lepat," yang berarti mengakui kesalahan. Makna tersebut tercermin dalam tradisi masyarakat Lebaran, yakni umat Muslim saling berkunjung untuk bermaaf-maafan dan mengakui kesalahan masing-masing. Mereka tak lupa menikmati  sajian menu ketupat  yang ada di sebagian besar rumah warga.

Dalam menghadapi gencarnya serbuan budaya modern, ternyata semangat untuk memelihara dan melestarian tradisi budaya luhur ini masih ada pada anak-anak yang tergabung dalam Sanggar Nampani di Dusun Rejopuro, Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi.

Mereka memanfaatkan waktu puasa Ramadan untuk belajar menganyam ketupat. Dimulai dari membuat selongsongnya yang terbuat dari janur (daun kelapa muda) pada Senin (24/3/2025).

Dengan antusias, mereka mempelajari teknik dan cara menganyam ketupan yang cukup rumit ini, menunjukkan minat yang besar terhadap warisan budaya mereka.

Ketua Sanggar Nampani, Samian, mengungkapkan kebanggaannya atas semangat anak-anak dalam melestarikan tradisi ini. "Mereka sangat antusias melestarikan budaya, seperti yang dilakukan anak-anak di sini. Selain belajar menari, mereka juga belajar budaya-budaya tradisional seperti menganyam ketupat," ujarnya.

Baca Juga : Kick Boxing Indonesia Banyuwangi Optimis Dapatkan Medali Dalam Porprov IX Jatim

Kegiatan pembelajaran yang dilakukan tidak hanya sebatas mengajarkan keterampilan menganyam, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur budaya Jawa pada generasi muda.

Diharapkan, tradisi membuat ketupat ini akan terus dijaga dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya Membuat ketupat menganyam ketupat ketupat Banyuwangi tradisi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Sidoarjo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nurhadi Joyo

Editor

Yunan Helmy