JATIMTIMES - Wafatnya Paus Fransiskus membuat kepemimpinan Vatikan kosong. Namun, ada satu sosok yang dipercaya untuk memimpin sementara Vatikan sampai paus baru terpilih.
Sosok tersebut adalah pemegang gelar Camerlengo dalam susunan kepengurusan Vatikan.
Baca Juga : Mbok Yem, Penjaga Warung Legendaris di Puncak Lawu, Tutup Usia
Pengertian Camerlengo
Dilansir dari Wikipedia, gelar Camerlengo (dari Bahasa Italia, bentuk jamak camerlenghi, artinya Pengurus Rumah Tangga atau Bendaharawan) merujuk pada pejabat dari majelis-majelis kepausan - baik Kepala Rumah Tangga Gereja Romawi, Kepala Rumah Tangga Dewan Kardinal, atau majelis-majelis lainnya yang lebih rendah posisinya.
Posisi ini pertama kali muncul pada abad ke-12 dan berasal dari kata Latin camarlingus yang berarti "pengurus kamar" atau "pelayan kamar" yang mengacu pada tugas administratif terkait pengelolaan harta dan urusan keuangan Paus .
Seiring berjalannya waktu, peran Camerlengo menjadi semakin penting, terutama saat vakansi kepausan.
Meskipun pada masa awal tugasnya lebih kepada pengelolaan keuangan, kini peran Camerlengo berfokus pada mengelola transisi kepemimpinan Gereja.
Selain itu, memastikan berbagai tradisi dilaksanakan dengan benar, seperti pemusnahan cincin Paus yang telah wafat dan persiapan untuk konklaf.
Sosok Pemegang Gelar Camerlengo Vatikan
Setelah wafatnya Paus Fransiskus pada Senin (21/4/2025), Kardinal Kevin Farrell merupakan sosok yang mengambil alih kepemimpinan Paus untuk sementara waktu.
Bukan tanpa alasan, hal ini dikarenakan Farrell merupakan pemegang gelar Camerlengo di Vatikan.
Farrell, yang diangkat Paus Fransiskus pada 2019 sebagai camerlengo (Kepala Rumahtangga Negara Vatikan) Majelis Apostolik, menjadi tokoh kunci dalam suksesi kepausan.
Tanggung jawab Farrell sebagai camerlengo mencakup memastikan kematian paus, melaksanakan ritus pemakaman, mengawasi persiapan konklaf, serta mengelola administrasi Takhta Suci selama masa sede vacante.
Farrell juga bertanggung jawab atas pembubuhan segel-segel otoritas Vatikan, serta mengelola Istana Apostolik dan tempat tinggal paus selama periode tersebut.
Dikutip dari Catholic News Agency pada Kamis (24/4/2025), pengangkatan Farrell sebagai camerlengo menunjukkan kepercayaan besar yang diberikan Paus Fransiskus.
Sebelumnya, pada 2016, Paus Fransiskus menunjuknya sebagai Prefek Dikasteri untuk Kaum Awam, Keluarga, dan Kehidupan, menggantikan Dewan Kepausan untuk Kaum Awam dan Dewan Kepausan untuk Keluarga. Farrell kemudian diberi topi merah kardinal beberapa bulan setelahnya.
Sebagai prefek, Farrell mengawasi sejumlah acara besar, seperti Pertemuan Keluarga Sedunia di Dublin (2018) dan di Roma (2022), Hari Pemuda Sedunia di Panama (2019) dan di Portugal (2023), serta beberapa proyek penting lainnya, termasuk reformasi keuangan Vatikan.
Baca Juga : Pendaftaran Ditutup, 12 Guru Besar Berebut Kursi Rektor UIN Malang
Selain itu, pada 2020, Paus Fransiskus menugaskan Farrell untuk memimpin komite yang memantau keputusan keuangan internal Vatikan.
Pada 2022 ia diangkat sebagai ketua komisi baru yang mengawasi investasi Vatikan. Dalam pengangkatannya yang lebih baru pada 2024, Farrell ditunjuk sebagai presiden pengadilan kasasi Vatikan dan ditugaskan untuk mereformasi dana pensiun Vatikan yang sedang mengalami ketidakseimbangan.
Profil Kardinal Kevin
Farrell Kevin Joseph Farrell lahir di Irlandia pada 2 September 1947. Ia memulai karier religiusnya dengan bergabung dalam Kongregasi Legionaris Kristus pada 1966, sebelum ditahbiskan menjadi imam pada 24 Desember 1978.
Farrell menempuh pendidikan di Universitas Salamanca, Spanyol, dan Universitas Kepausan Gregorian, serta Universitas Kepausan St Thomas di Roma.
Setelah meninggalkan Legion of Christ, ia ditahbiskan di Keuskupan Agung Washington pada 1984, tempat ia menjabat dalam berbagai peran penting hingga diangkat menjadi uskup pembantu Washington pada 2002.
Farrell juga dikenal dalam kontroversi seputar komentar-komentarnya mengenai pernikahan dan pelayanan gereja.
Ia menjadi pembela utama nasihat apostolik Paus Fransiskus tentang keluarga, Amoris Laetitia, yang sempat memicu perdebatan dalam kalangan Gereja Katolik.
Peran Camerlengo Dalam Masa Sede Vacante
Camerlengo memiliki peran penting selama masa sede vacante (kosongnya jabatan paus). Sesuai dengan dokumen Universi Dominici Gregis (1996) dan Praedicate Evangelium (2022), camerlengo bertanggung jawab memastikan kematian paus dan membubuhkan segel pada ruang-ruang pribadi paus serta Istana Apostolik.
Camerlengo juga diberi tugas untuk mengelola administrasi Vatikan dan memastikan kelancaran transisi hingga pemilihan paus baru.
Meskipun hanya paus yang dapat menunjuk camerlengo, dalam situasi tertentu, Dewan Kardinal dapat memilih pejabat tersebut jika tidak ada pengangkatan langsung.
Dalam konteks ini, Farrell sebagai camerlengo menjadi sosok yang memimpin jalannya proses suksesi kepausan hingga pemilihan paus baru.
