JATIMTIMES - Jumlah anak berusia sekolah yang sudah menyandang status janda di Jawa Timur (Jatim) tergolong tinggi. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memiliki sejumlah langkah untuk mengatasi persoalan tersebut.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Maria Ernawati menjelaskan bahwa selama ini pihaknya juga telah memiliki sejumlah program untuk mencegah kenaikan jumlah janda usia sekolah atau yang disebut JUS.
Baca Juga : Sampah Ilegal di Kota Malang Buat Retribusi Menurun, DLH Kota Malang akan Ubah
Selain menyasar anak-anak usia sekolah, BKKBN juga gencar melakukan edukasi yang menargetkan orang tua. Edukasi tersebut penting lantaran orang tua juga punya peran strategis dalam mengasuh anak-anaknya.
"Untuk edukasi ke orang tua, BKBBN membentuk BKR (Bina Keluarga Remaja). Di sana diberikan sosialisasi dan edukasi bagi orang tua untuk pola asuh dan pembimbingan bagi remaja," ujar Maria Ernawati, Sabtu (3/2/2024).
Selain itu, untuk anak usia sekolah, BKKBN juga gencar melakukan sosialisasi. Realisasinya diwujudkan melalui program Generasi Berencana (Genre).
"Pelaksaanaannya di sekolah melalui PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja), membentuk Duta Genre sampai di level desa untuk agent of change dan SSK (Sekolah Siaga Kependudukan)," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, data JUS di Jatim dengan usia di bawah 15 tahun sebanyak 856, sedangkan JUS usia 15 hingga 19 tahun jumlahnya sebanyak 2.922.
"Kabupaten tertinggi, dengan kepala keluarga perempuan di bawah usia 15 tahun sampai usia 19 tahun terbanyak yakni Jember, Probolinggo, Situbondo dan Bondowoso," jelas Maria Ernawati.
Baca Juga : Dorong UMKM Go International, Diskopindag Jalin Kemitraan untuk Stabilitas Bahan Baku
Rinciannya, janda usia sekolah di Jember ada 189 orang, Probolinggo 162 orang, Situbondo 115, dan Bondowoso 89. Selebihnya, janda usia sekolah tersebar di daerah lainnya.
Banyaknya anak usia sekolah yang sudah menjanda tak lepas dari tingginya jumlah pernikahan dini di Jatim, yang berbanding lurus dengan tingginya angka perceraian.
Salah satunya, perceraian usia muda, sehingga cukup banyak jumlah janda usia muda bahkan masih usia sekolah, yang disebut dengan istilah JUS.
"Mereka menjadi JUS karena terpaksa menikah dini karena kehamilan yang tidak diinginkan. Setelah melahirkan mereka bercerai," terang Erna.
