JATIMTIMES - Prosedur kosmetik non-bedah yang dilakukan dengan menyuntikkan zat di bawah kulit atau filler, menjadi salah satu solusi untuk mempercantik diri. Meski demikian, penyanyi yang juga seorang dokter bedah plastik dr. Tompi mewanti-wanti bagi dokter soal prosedur filler untuk payudara dan bokong.
Lewat akun sosial medianya baru-baru ini, dokter Tompi meminta tolong kepada dokter estetika khususnya di Indonesia untuk tidak melakukan tindakan penyuntikan filler pada payudara dan bokong.
Baca Juga : Fokus Urai Kemacetan saat Nataru, Operasi Lilin Semeru 2024 di Kota Batu Terapkan Rakayasa Lalu Lintas
Bagi dokter yang GP estetika, diminta jangan pernah menyuntikkan barang cairan apapun namanya itu adalah filler. Terlebih dalam jumlah besar yang disuntikkan ke payudara maupun bokong, itu sangat membahayalan pasien.
“Apapun nama jualannya, karena biasanya diakui bukan sebagai filler atau katanya akan larut,” ungkap dokter Tompi dikutip JatimTIMES, Jumat (20/12/2024).
Penyuntikkan filler pada payudara dan bokong, lanjut dokter Tompi sangat berbahaya. Melakukan tindakan ini bisa menyebabkan kematian di atas meja operasi atau tindakan. Kematian bisa terjadi, lantaran kerusakan jaringan di dalam tubuh yang mungkin terjadi saat tindakan berlangsung. Kejadian ini berdasarkan temuannya yang kesekian kali. Dokter Tompi bercerita, ia menangani pasien yang mengaku sudah disuntikkan cairan tersebut ke payudaranya.
“Hati-hati itu sangat berbahaya. Hal ini busa menyebabkan kematian, bisa merusak jaringan. Hari ini, kesekian kali saya dapat pasien yang cerita sudah disuntikkan cairan tersebut ke payudaranya, pasien percaya karena yang mengerjakan klinik estetik ‘ternama’,” imbuh dokter Tomli.
“Memang reaksinya tidak selalu, tapi tak terduga dan sulit diatasi. Karena sangat cepat bila berlansung. Hati-hati ya, jangan terkecoh oleh pedagang filler tersebut yang meng-claim aman,” tambah dokter Tompi.
Prosedur filler tersebut tidak diperbolehkan secara medis. Karena itu, semua dokter diminta lebih jeli dan smart. Kemudian bagi masyarakat juga tidak tergiur dengan tindakan filler. Unggahan video singkat dokter Tompi, lantas ramai dikomentari warganet. Di antaranya, banyak yang berterima kasih dan mengaku akan berhati-hati.
