JATIMTIMES – Gelaran Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kediri, tidak hanya menjadi panggung musyawarah para ulama sepuh. Event besar yang berlangsung pada 20–22 Juni 2026 (5–7 Muharam 1448 H) ini sukses menggerakkan roda ekonomi warga lokal melalui Bazar UMKM Nahdliyin Nusantara.
Kehadiran ribuan utusan pengurus NU dan jemaah Nahdliyin dari berbagai daerah terbukti membawa dampak ekonomi instan di sekitar lingkungan pesantren.
Berkah bagi Pedagang Lokal
Baca Juga : Dosen UGM: Dana MBG Setara Rp 5 Juta Per Bulan jika Dibagikan ke Keluarga Miskin
Sinyal positif ini dirasakan langsung oleh para pedagang yang sehari-hari mencari rezeki di kawasan Ploso. Lonjakan pembeli menjelang acara membuat omzet mereka terkerek naik dibanding hari biasa.
Rizal seorang pedagang makanan dan minuman setempat mengungkapkan rasa syukurnya, "Sebelumnya saya memang sudah biasa jualan di sini. Tapi begitu mendekati acara jadi lebih ramai. Lebih banyak stand-stand bazar dari pada biasanya," ujarnya, Jumat (19/06/2026).
Sentuhan Gotong Royong Para Santri
Baca Juga : Driver Ojol Difabel di Malang Dapat Layanan Prioritas Pembuatan SIM dari Polisi
Di balik dinamisnya perputaran ekonomi dan persiapan acara, ada peran besar para santri PP Al-Falah Ploso yang bahu-membahu sejak sepekan sebelum forum tertinggi kedua di bawah muktamar NU ini dibuka. Mulai dari urusan kebersihan, pengondisian sarana fisik, hingga membantu mendirikan deretan stan UMKM, semua disikat habis dengan semangat khidmah.
"Selama seminggu terakhir kami ikut membantu membersihkan lingkungan pesantren, dan persiapan yang paling terlihat di lapangan adalah pemasangan tenda-tenda besar untuk pertemuan," ungkapnya.
